Edan! Konter HP Jual Miras

302
Kabid Transtibum dan Pamwal Satpol PP Kota Depok, Kusumo menunjukkan miras yang berhasil di OTT

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap penjual minuman keras (Miras). Dari hasil operasi tersebut pihaknya mendapatkan puluhan botol miras yang dijajakan di konter HP.

“TKP di wilayah Panmas, kami berhasil melakukan OTT dengan Tim Tiger Satpol PP Depok. Sekarang bukan lagi toko jamu tapi konter HP pun menjual Miras,” ujar Yayan Arianto, Kasatpol PP Kota Depok, Kamis (2/7).

Ia menambahkan, pihaknya juga melakukan penyisiran di beberapa wilayah di Kota Depok. Selain itu, distributor miras pun tak luput dalam operasi tersebut. Dalam satu minggu, pihaknya melakukan dua kali operasi miras.

“Alhasil, distributor ini menitipkan dan menjualnya ke warung-warung kecil. Kami curiga saat ini di distributor jumlahnya menurun, ternyata saat ini mereka mengubah pasar dengan menitipkannya ke warung kecil,” paparnya.

Kepala Bidang Transmastibum dan Pamwal Satpol PP Kota Depok, Kusumo menambahkan, untuk kasus konter HP, pihaknya telah melakukan pengintaian beberapa hari lalu.

“Depannya konter HP, namun dalamnya jual miras. Saat ini tidak kemungkinan banyak yang seperti itu dan bermacam-macam kedoknya. Kasus seperti ini baru ditemukan se Jawa Barat,” tandasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, di setiap wilayah Kota Depok pihaknya memasang intel untuk menelusuri penjualan miras. Mereka menggunakan baju bebas dan dibekali oleh kamera.

“Ketika ditemukan menjual miras, kami langsung ke TKP dan lakukan OTT. Kami lakukan itu pada saat OTT miras di wilayah Pancoran Mas yang baru diturunkan dari mobil box,” ungkapnya.

Dikatakannya, penjualan miras di toko jamu justeru saat ini sudah mulai berkurang dan bergeser ke warung kecil.

Terkait hukuman yang ringan, pihaknya memiliki siasat untuk melakukan hal tersebut. Dijelaskannya, jika pihaknya menemukan miras dalam jumlah banyak, maka miras tersebut langsung disita.

“Kalau mereka telah melakukan kewajiban dan menjalani sidang di pengadilan, barang buktinya dikembalikan. Ini yang menjadi masalah. Makanya saat ini kami tidak melakukan Tipiring namun lebih baik menyita barangnya, dan itu nilainya lebih besar dari denda Tipiring,” terangnya.

Sanksi Tipiring yang terbilang rendah dan ringan membuat para distributor dan pedagang miras tak kapok untuk menjual minuman haram tersebut.

“Kalau Tipiring dendanya paling ratusan ribu, tapi kalau minumannya kami sita itu tidak bisa dikembalikan lagi, namun akan kami musnahkan. Dalam dua bulan ini kami telah berhasil menyita sekitar 4.000 botol miras berbagai jenis dan merek,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here