Pintu Keluar Terminal Ditutup

370
Dinas Perhubungan, Polresta Depok dan Satpol PP saat melakukan penutupan pintu keluar terminal Depok

Margonda | jurnaldepok.id
Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Polresta Kota Depok secara resmi menutup pintu keluar Terminal Terpadu Kota Depok yang selama ini menjadi akses utama bagi keluarnya angkutan umum di wilayah Depok.

“Untuk hari ini (kemarin,red) kami lakukan penutupan untuk jalur keluar angkot dan bus sedang. Sementara untuk pengalihan bus besar kami lakukan Rabu dan Kamis, Jumat seluruhnya kami tutup,” ujar Dadang Wihana, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Selesa (31/7).

Ia menambahkan, untuk angkutan umum saat ini dialihkan sementara ke terminal depan Stasiun Depok Baru dan keluar di Jalan Arif Rahman Hakim tepatnya di kolong Flyover ARH.

“Untuk bus masuk terminal sementara dan keluar di Jalan Margonda,” paparnya.

Sementara itu Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, Yayan Arianto menerjunkan PPNS nya untuk menutup pintu keluar terminal.

“Kami terjunkan PPNS Satpol PP disaksikan oleh Dishub dan Polresta Depok,” tandas Yayan.

Sebelumnya Dinas Perhubungan Kota Depok dan instansi terkait, Senin (30/7) telah memindahkan fungsi Terminal Terpadu Depok ke depan Stasiun Depok Baru.

“Pengalihan Terminal Terpadu Depok ke terminal sementara di depan Stasiun Depok Baru. Waktu pemindahan ini akan berlangsung mulai 30 Juli sampai 3 Agustus. Terminal dipindah ke Stadebar hingga proyek pembangunan terminal selesai,” kata Dadang.

Ia menambahkan, seluruh armada angkutan dipindah ke terminal sementara, begitu juga dengan kantor UPT Terminal Terpadu.

“Hal ini dilakukan sehubungan akan dimulainya pembangunan Metro Starter Depok melalui BGS yang didalamnya ada terminal Depok yang lebih modern,” paparnya.

Dari data yang diperoleh Jurnal Depok, ada 17 trayek angkutan dalam kota yang masuk ke Terminal Terpadu Kota Depok seperti Depok Dalam, Depok II Tengah, Kampung Rambutan, Depok-Parung, Depok-Lebak Bulus dan lainnya.

Sementara Bus AKDP yang masuk terminal Depok setiap harinya mencapai 9 trayek dan Bus AKP tujuh trayek.

“Namun kondisi saat ini banyak juga yang sudah tidak beroperasi, terutama angkot,” jelasnya.

Dari itu Dadang berharap, warga khususnya pengguna angkutan umum dapat mengetahui tentang pemindahan terminal tersebut.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh awak angkutan dapat mengikuti arahan yang sudah ditentukan,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here