Ratusan Rumah Cinere Parkview Segera Dibongkar

397
Yayan Arianto

Margonda | jurnaldepok.id
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok merasa geram ketika menerima laporan aktivitas pembangunan di Perumahan Cinere Parkview yang dikembangkan oleh PT Megapolitan masih berjalan. Padahal, lokasi tersebut telah disegel beberapa bulan lalu.

Atas peristiwa itu, Kepala Satpol PP Kota Depok, Yayan Arianto menegaskan akan segera melakukan pembongkaran rumah di lokasi tersebut.

“Saat ini dalam proses pembongkaran,” ujar Yayan kepada Jurnal Depok, Senin (30/7).

Ia menambahkan, bahwa pihaknya akan membongkar bangunan yang tidak mengurus IMB dan perizinan lainnya.

“Pembongkaran bangunan akan kami lakukan sesuai aturan dalam Perda,” tegasnya.

Sebelumnya Ketua Rw 12 Kelurahan Limo, Yacob Tulam Saragih menyesalkan lambannya penindakan terhadap pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) nomor 2/2016 tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) terhadap ratusan bangunan di Perumahan Cinere Parkview.

Dikatakan Yacob, pada tanggal 3 Mei 2018 silam jajaran Satpol PP Kota Depok dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPT2SP) melakukan penyegelan atas 137 bangunan rumah diperumahan itu. Namun sangat disayangkan pelaksanaan penyegelan tersebut tidak ditindak lanjuti sebagaimana mestinya yang berdampak pada pelanggaran berikutnya.

“Harusnya penyegelan rumah di Cinere Parkview ditindaklanjuti dengan perintah pembongkaran karena sudah hampir tiga bulan ternyata pengembang belum juga menyelesaikan proses perijinan bangunan. Tapi yang tejadi malah sebaliknya, pihak PT Megapolitan selaku pengembang perumahan malah melanjutkan proses pembangunan dan tidak mengindahkan empat plang segel yang disebar di area perumahan, hal ini dapat dikategorikan sebagai pelecehan terhadap Perda, ” kata Yacob kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dia menambahkan, masuknya material bangunan beberapa hari silam dan pelaksanaan pengerjaan konstruksi bangunan yang kembali dilakukan oleh pihak pengembang tidak hanya sekedar melecehkan perda, tapi juga mencedarai wibawa aparatur penegak perda dalam hal ini Satpol PP sebagai ujung tombak penegak perda di lapangan.

“Ini konyol, sudah disegel malah berani melanjutkan pembangunan, kalau tidak ditindak lalu dimana wibawa aparatur penegak perda ?, ” imbuhnya.

Direktur Operasional PT Megapolitan Developments Tbk, Darmanto mengaku saat ini pihaknya sedang memproses pembuatan IMB di dinas terkait setda Kota Depok.

“Kami sedang proses IMB dan mudah mudahan cepat selesai,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here