SMPN 13 Dikepung Jalan Tol

334
Terlihat alat berat tengah mengerjakan proyek jalan tol yang di tengah-tengahnya terdapat SMPN 13 Depok

Limo | jurnaldepok.id
Keberadaan gedung SMPN 13 di wilayah Rw 01 Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, kini menjadi sorotan sejumlah kalangan. Pasalnya selain menjadi langganan banjir saat musim hujan, gedung sekolah yang berdiri diatas lahan eks Situ Krukut ini kini menghadapi masalah baru lantaran bakal diapit dua ruas jalan tol yakni Tol Depok – Antasari (Desari) yang berada dibagian samping sekolah dan konstruksi ruas Tol Cinere – Jagorawi (Cijago) yang berada persis didepan sekolah.

Menanggapi hal ini, salah satu pengamat pendidikan Kota Depok, Anwar Sanusi menilai keberadaan Gedung SMPN 13 sudah tidak representatif untuk dipertahankan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar (KBM) jika pembangunan konstruksi tol sudah dimulai.

Proses pembangunan akses bebas hambatan tersebut dipastikan akan mengganggu aktivitas belajar mengajar begitu pula setelah dua ruas tol dioperasionalkan gangguan serupa akan kembali muncul dari suara bising kendaraan yang berlalu lalang.

“Jika pembangunan konstruksi tol sudah dimulai maka dipastikan akan mengganggu aktivitas KBM karena suara bising alat berat yang digunakan oleh kontraktor proyek jalan tol, belum lagi potensi kerusakan bangunan sekolah akibat getaran saat pengerjaan tiang pancang tol dan nanti setelah ruas tol dioperasikan maka akan muncul masalah baru suara bising dari aktivitas kendaraan yang melintas dan ini harus menjadi perhatian serius dari Pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Depok,” ujarnya, kemarin.

Ia menambahkan, akan banyak sekali gangguan kenyamanan dan keamanan proses belajar mengajar bilamana pembangunan tol dekat sekolah itu sudah dimulai. Seharusnya pemerintah sudah mulai mengambil langkah dan upaya relokasi bangunan gedung sekolah itu.

Saat dikonfirmasi terkait hal ini Kepala SMPN 13, Hehen Hendra mengaku juga menghawatirkan potensi gangguan dari dampak pembangunan dua ruas tol disekitar sekolah itu seraya mengatakan menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Kota Depok untuk menentukan kebijakan yang akan diambil.

“Memang ada 9 ruang kelas yang dipastikan bakal tergerus tol Desari dan ruang kelas itu harus ada penggantinya tapi saya belum tahu apakah pengadaan duang kelas pengganti itu akan dibangun disekitar sekolah ini atau mau dioindahkan kelokasi lain, ” kata Hehen. n Asti Ediawan.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here