Ayah Tiri Cabul Diciduk

239
Polisi saat memberikan keterangan terkait penangkapan ayah tiri yang melakukan pencabulan terhadap anaknya

Margonda | jurnaldepok.id
Aparat kepolisian Polresta Depok menangkap S (40), seorang ayah tiri yang diduga melakukan asusil atau pelecehan seksual terhadap anak tirinya M (16).

Kasatreskrim Polresta Depok, Kompol Bintoro kepada wartawan, Rabu (25/7) mengatakan pelaku S dibekuk di kediamannya di Cimanggis.

Diketahui S sudah puluhan kali mencabuli putri tirinya M selama dua tahun belakangan.

Ibunda M, D (35) sudah melaporkan peristiwa ini ke Polresta Depok, pada Senin (16/7) lalu dengan nomor laporan stplp/1841/k/7/2018/pmj/ restadepok.

“Kami baru bekuk pelaku Selasa malam ini, karena hasil visum baru keluar hari ini. Dengan hasil visum ini maka sudah ada dua alat bukti dan pelaku kami amankan,” ujarnya.

Saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan inensif pihaknya.

“Saat ini yang bersangkutan sudah sebagai tersangka. Selasa (24/7) sore setelah hasil visum sudah keluar dari Rumah Sakit Polri langsung pelaku kami tangkap,”tukasnya.

Kuasa hukum korban, Nurhayati Tantri, mengatakan bahwa pencabulan yang dilakukan oleh ayah tiri S (50) terhadap anaknya M (16) telah terjadi selama dua tahun terakhir saat mereka tinggal di Kelapa Dua, wilayah Cimanggis.

Selain melakukan tindak pencabulan terhadap anak tiri, pelaku juga melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kepada istrinya D (30) yang berprofesi sebagai karyawan swasta.

“Karena KDRT ini, sang anak takut melapor ke mamahnya. Sebab ia melihat mamahnya kena KDRT setiap hari oleh pelaku,” terangnya.

Untuk mencegah hal yang tak diinginkan, kata Nurhayati, sang ibu dan anak yang menjadi korban aksi bejat S, kini tinggal bersama Nurhayati di tempat aman.

Ia mengatakan, kasus ini terungkap setelah D, ibu M mendapati isi dari pesan aplikasi smartphone antara anaknya dan suaminya berupa perbincangan tidak senonoh.

Dari sana, D kemudian menginterogasi anaknya M yang akhirnya mengaku sudah sering dicabuli ayah tirinya S.

Ibu korban bersama pengacaranya Nurhayati Tantri akhirnya membuat laporan ke Polresta Depok, Senin (16/7) lalu.

Setelah sepekan, kini pelaku dibekuk Polresta Depok dan akan dijerat UU Perlindungan Anak yang ancaman hukumannya hingga 20 tahun penjara. n Ktr

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here