Penumpang KRL Masih Antre

74
ist

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Antrean panjang di pintu masuk stasiun masih terjadi selama masa pembaharuan system ticketing. Ini adalah hari kedua terjadinya antrian panjang di Stasiun Depok Lama. Antrian terjadi pada peak hour sekitar pukul 06.42 WIB. Sejumlah pintu tiket sudah dioperasionalkan hanya saja belum berfungsi maksimal.

Sehingga banyak pengguna KRL yang hendak taping di gate terkendala. Pasalnya, gate yang dioperasionalkan masih ada yang tidak bisa digunakan. Ini menyebabkan antrian panjang di sejumlah gate yang ada.

“Saya antri panjang banget tadi. Karena pas mau taping nggak bisa di pintu masuk,” kata Sonia salah satu karyawan, Selasa (24/7).

Di Stasiun Depok sudah dioperasionalkan pintu ticketing elektronik. Sayangnya masih ada sejumlah kartu yang tidak terbaca ketika ditapping. Hal ini membuat penumpang kesal dan harus mengantri panjang dan menghabiskan waktu untuk masuk ke stasiun.

“Katanya sudah bisa dioperasikan, tapi enggak bisa nge-tap,” kata Arman penumpang lainnya.

Menurutnya, jika memang pembaharauan belum selesai maka sebaiknya digunakan tiket manual. Sehingga tidak terjadi kesemrawutan seperti pagi kemarin.

“Coba kalau antri kan jadi terlambat naik kereta, jadi terlambat sampai di kantor,” ucapnya kesal.

Penumpang yang mengetahui kondisi ini memilih untuk tidak pergi menggunakan kereta di pagi hari. Atau ada juga yang memilih berangkat lebih pagi dari biasanya.

“Tadi berangkat 5.15 WIB enggak padet si. Cuma kalau bisa cepat diatasi jadi penumpang enggak terlambat kerja,” ungkap Nawang.

VP Komunikasi Perusahaan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Eva Chairunisa mengatakan penumpukan terjadi pada peak hour. Seperti yang terjadi di Stasiun Depok. Eva menuturkn untuk proses tapping gate sudah bisa normal.

“Untuk taping gate suda bisa normal. Tadi saya di Stasiun Depok Lama memang ada kepadatan penumpang. Karena masih peak hour juga, dan beberapa kartu bank masih ada yang prosesnya agak lama atau tidak bisa terbaca pada gate,” katanya.

Dikatakan dia, bahwa untuk kartu bank yang tidak terbaca di gate, pihaknya masih terus melakukan kordinasi dengan pihak bank untuk proses penyempurnaan system baru. Diakui dia masih banyak yang harus menuju loket ketika tidak bisa in atau out untuk melakukan clear card transaksi yang menggantung karena ada proses yang tidak sempurna pada saat pemeliharaan berlangsung di hari Sabtu dan Minggu dimana tiket elektronik masih digunakan.

“Untuk sementara kartu bank yang sulit terbaca diarahkan untuk membeli THB,” tukasnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan esok hari, pihaknya akan menambah petugas yang akan membantu penumpang yang terkendala. Sementara kartu bank yang sulit terbaca diarahkan untuk membeli THB. Petugas membantu penumpang yang mungkin kartunya perlu di clear card di loket.

“KMT yang masih memiliki transaksi menggantung dalam hal ini mungkin dipakai hari Sabtu dan Minggu kemarin. Sehingga harus ke loket dulu untuk clear card. Kartu yang tidak bisa digunakan dengan nomor seri 1001,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here