13 Pemasang Spanduk Terciduk

102
Satpol PP ketika menangkap tangan pemasang spanduk liar di wilayah Depok

Margonda | jurnaldepok.id
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok selama satu bulan terakhir berhasil mengamankan sekitar 13 pemasang spanduk liar di sejumlah lokasi di Kota Depok.

Kepala Satpol PP Kota Depok, Yayan Arianto mengatakan, saat tertangkap tangan oleh petugas, mereka sedang beraksi memasang spanduk liar dengan dibentangkan di tengah jalan.

Dari tangan mereka, disita ratusan spanduk tak berizin yang mereka bawa dengan sepeda motor pada malam hari untuk menghindari petugas atau karena kondisi sepi.

“Mereka yang ketahuan memasang spanduk liar kami data dan sempat diinterogasi petugas terkait pemasangan spanduk,” ujarnya, kemarin.

Dia menjelaskan, pemasang spanduk liar tertangkap tangan di Jalan Kartini, Pancoranmas, sementara ada di lokasi lainnya tertangkap tangan di Jalan M Yusuf, Sukmajaya.

“Dua pelaku yang tertangkap tangan di Jalan Kartini adalah atas nama Kiki dan Narto. Mereka diperintahkan memasang spanduk liar oleh Teguh, di Perumahan Palm, Cagar Alam, Pancoranmas,” tukasnya.

Sementara, dua pemasang spanduk liar yang tertangkap tangan di Jalan M Yusuf, Sukmajaya, kata Yayan adalah atas nama Fahrudin dan Rohman warga Beji yang mengaku disuruh oleh Roni warga di Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji.

Yayan mengatakan, pemasangan spanduk liar atau tak berizin di Depok, adalah pelanggaran Perda Kota Depok Nomor 16 Tahun 2012, tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum atau Perda Tibum.

Di mana pelakunya diancam tindak pidana ringan dengan hukuman kurungan paling lama 3 bulan dan atau denda maksimal sampai Rp 25 Juta.

Yayan menambahkan, para pelaku pemasang spanduk liar yang berisi spanduk iklan komersil properti dan perumahan ini, hanyalah orang suruhan yang tidak tahu apa-apa.

Pihaknya sempat menginterogasi mereka untuk menyasar orang yang menyuruhnya, yang kemungkinan besar adalah pelaku usaha properti atau perumahan.

“Kami akan dalami, siapa orang atau pihak yang menyuruh mereka,” tegasnya.

Saat ini pihaknya masih mempertimbangkan membawa mereka ke pengadilan untuk dijerat tipiring karena pelanggaran Perda Depok.

“Sebab aktor utamanya adalah orang yang menyuruh mereka. Aktor utama ini yang tidak mau membayar pajak spanduk komersil atau mengurus perizinan pemasangannya,” ungkapnya.

Yayan menambahkan, pihaknya memastikan menyita semua spanduk liar yang dibawa ke tempatnya agar tidak dipasang dan merusak estetika Kota Depok. n Ktr

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here