Barang Sitaan First Travel Dipinjam Pakai

282
ilustrasi

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Barang sitaan atau aset milik First Travel yang terparkir di halaman Kejaksan Negeri Kota Depok diduga hilang tanpa jelas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, kendaraan aset First Travel yang diduga hilang itu yakni HRV B233 STY, Ford type ranger double B 9002 EWM, Nisan B 2264 RFP, Pajero Sport F 797 FT, Volkwagen caravell F1861LP, Honda B19 EL, Fortuner B 22 KHS, Hammer putih Nopol F 1051 GT, dan Toyota Vellfire putih Nopol F 777 NA.

Sementara mobil yang tersisa di dalam parkiran Kejari hanya Toyota Hiace putih nopol DK 9282 AH dan Daihatsu Siron B 282 UAN.

Diduga, hilangnya kendaraan First Travel tersebut sejak pertengahan bulan Juni 2018 tepat sebelum lebaran Idul Fitri.

Pengadilan Negeri (PN) Depok sudah manjatuhkan vonis terdakwa tiga bos First Travel Andika Surachman, Anniesa Devitasari Hasibuan dan Siti Nuraidah alias Kiki dengan hukuman penjara.
Selain itu, seluruh aset yang dimiliki agen perjalan umroh yang menjadi barang bukti tersebut juga disita untuk negara.

Dikonfirmasi Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok, Sufari membantah keras tudingan yang telah tersebar di beberapa media, bahwa aset atau barang sitaan dari First Travel hilang.

Sufari mengatakan, sejumlah mobil barang bukti yang saat ini tidak ada di area Kejaksaan Negeri Depok bersifat pinjam pakai dengan atas hukum yang sah sesuai peraturan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Kemudian, kelima mobil barang bukti itu sudah menjadi hak milik yang bersangkutan (rekan terdakwa,red) berdasarkan alas hak yang ada, dan sudah ditunjukan serta dibuktikan ketika di persidangan.

“Mereka, terdakwa membenarkan bahwa barang tersebut sudah beralih atau sudah dibeli oleh yang meminjam ini, sehingga secara hukum sangat berdasar kalau kita meminjam pakaikan,” ujar Sufari, kemarin.

Namun, lanjut Sufari, bukan berarti secara otomatis jadi milik yang bersangkutan karena sifatnya hanya pinjam pakai.

“Jadi seperti itu yang perlu saya jelaskan, bukan hilang tapi pinjam pakai,”katanya.

Kejaksaan Negeri Depok menjamin tidak ada permainan dalam kasus yang menyeret tiga bos perusahaan travel tersebut.
“Saya jamin tidak ada permainan. Kalau enggak percaya lihat saja sebagian masih ada, tapi kita geser ke parkiran belakang karena ada tenda di halaman utama,” pungkasnya. n Fx-Ktr

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here