Korban Remas Payudara Bertambah

340
Korban peremasan payudara saat menceritakan peristiwa pelecehan yang dialaminya

Cimanggis | jurnaldepok.id
Mahasiswi yang menjadi korban peremasan payudara yang terjadi di jalan lingkungan Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis, bertambah.

Hal itu dikatakan seorang mahasiswi AT yang menjadi korban peremasan kepada pihak Kepolisian Polresta Depok, Rabu (18/7) siang.

Korban AT mengatakan ada tiga teman wanitanya yang juga jadi korban peremasan payudara di sekitar jalan yang dilalui para korban

“Iya, korbannya bukan kami doang kak, tetapi ada tiga teman aku yang juga jadi korban. Tetapi, mereka malu untuk melapornya,” ujarnya, kemarin.

Ketiga temannya juga berstatus mahasiswi. Mereka jadi korban pelaku peremas payudara di jalanan Gang Kamboja, atau hanya berjarak beberapa meter dari tempat AT diremas begal payudara.

Dikatakannya, rekannya mengalami kejadian pada sing hari, dengan waktunya yang tidak bersamaan.

“Lokasi jalannya sama, namun beda tempatnya dari kejadian yang kami alami,” katanya.

Para korban mengatakan, kalau pelaku mengendarai sepeda motor jenis matic warna hitam.

Sementara itu, Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Depok, Iptu Nurul Kamila Wati mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui ada korban lain atas kasus tersebut.

“Saya belum tahu kalau ada korban lain, yang baru laporan cuma AT, baru satu orang. Yang bersangkutan, juga sudah kami visum dan kasusnya masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, AT seorang mahasiswi di Kota Depok menjadi korban pelecehan seksual dengan modus remas payudara yang terjadi di Gang Jengkol, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis.

AT kepada wartawan, Selasa(17/7) mengatakan kejadian terjadi sekira pukul 06:30 WIB. Di mana saat kejadian lokasi gang lingkungan sepi, saat itu dirinya tengah berjualan donat.

“Aku dari jauh sebenarnya sudah lihat pelaku naik motor, tapi kan aku enggak ada pikiran aneh-aneh karena lagi jualan. Tangan kanan kiri megang boks,” ungkapnya.

Saat di gang tersebut pelaku, melancarkan aksinya saat melintas di samping korban dengan meremas payudaranya.

“Saya kaget sempat tak percaya jika dilecehkan oleh pengendara motor misterius itu,”katanya.

Atas kejadian itu, dirinya sempat marah, dan mengira orang yang melakukan hal itu sebagai orang tidak waras atau setres.

“Aku enggak nyangka aja, posisi tangan kan megang boks aku sempat bengong. Pas kejadian sepi dan gang itu ngepas banget buat motor dan pejalan kaki,” jelasnya.

Pelaku kemudian kembali menghampiri korban. Pelaku sempat menanyakan harga dagangan korban.

“Pas dia balik lagi aku berusaha tenang padahal udah gemeter. Terus dia nanya kue yang aku jual, pas nanya gitu dia megang payudara aku lagi sambil nerusin naik motor lagi,” ucapnya.

Pelaku dikatakannya sempat berhenti dan mengeluarkan alat vitalnya di depan dirinya, lalu dirinya berusaha kabur. n Fx-Ktr

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here