Ciri-ciri Begal Payudara Diketahui

468
ilustrasi

Margonda | jurnaldepok.id
Tindak pelecehan seksual terhadap wanita kembali terjadi di Depok. Modusnya dengan meremas payudara korban bahkan sampai mengancam akan membunuh. Kejadian ini menimpa seorang mahasiswa semester enam di salah satu perguruan tinggi swasta di Depok yaitu ATN. Wanita asal Cirebon itu baru saja mengalami tindak pelecehan seksual dua hari lalu.

Kejadian bermula ketika dirinya sedang jalan kaki berjualan donat. Lokasinya di GG Swadaya Dua, Kecamatan Cimanggis Kota Depok sekitar pukul 06.00 WIB.

“Awalnya, saya waktu itu berangkat jualan karena dapat pesanan kue donat lumayan banyak, untuk efisiensi waktu saya keluarnya pagi sekitar pukul 05.56 WIB,” katanya, Selasa (17/7).

Kondisi jalan saat itu kata korban memang sepi. Gang itu hanya bisa dilalui oleh satu motor saja. Ketika melewati gang tersebut, dirinya melihat ada pemotor yang hendak lewat di depannya.

“Biasanya disitu sudah rame orang lalu lalang, tapi waktu itu sepi banget sampai akhirnya ada orang naik motor lewat dari arah berlawanan (depan),” tukasnya.

Menurutnya, karena gang tersebut sangat sempit dan dirinya membawa box isi donat yang lumayan berat sehingga membuat dirinya harus mengalah dan membiarkan pemotor tersebut lewat.

“Saya ga turunin box dan tetap berjalan saat dia mau lewat saya berhenti. Saat mendekat tepat di samping saya, tangan kirinya gerak ke dada dan terasa meremas. Saya kaget saya nengok lalu ngeliatin dia,” ucapnya.

Korban pun sangat ketakutan atas kejadian tersebut. Dia hanya diam sambil memandang mata pria bermotor tersebut sambil berlalu keluar gang, usai melakukan aksi bejatnya.

“Saya bengong, diam dan takut tapi saya mencoba menahan diri dan melanjutkan berjalan kaki,” ceritanya.

Ketika mendapatkan perlakuak tak senonoh itu, ATN merasa sangat kagetdan hanya bisa terdiam. Dia bahkan hanya bisa memandang pelaku tanpa bisa berkata-kata.

“Saya bengong, diam dan takut tapi saya mencoba menahan diri dan melanjutkan berjalan kaki,” ungkapnya.

Ternyata kejadian itu tak hanya sekali menimpanya. Selang beberapa menit kemudian dia sempat bertemu lagi dengan pelaku di gang lain. Korban sudah merasa ketakutan dan ingin pergi tapi pelaku menghampirinya. Pelaku berpura-pura menanyakan harga kue padanya.

“Dia ternyata balik lagi, lalu bertanya itu kuenya berapa. Saya jawab Rp 2000, lalu dia ngeremes lagi dada saya sebelah kanan, sambil jalan lagi ke depan. Saya kaget banget. Saya bilang, Kakak jangan gitu lalu dia bilang udah diem bentar aja lalu membuka resleting celananya sambil mengeluarkan kemaluannya,” paparnya.
ATN sempat melawan dan hendak kabur namun, karena kondisi jalan sempit dan dirinya juga dalam keadaan terjepit akhirnya dia tak bisa berbuat apa apa.

“Waktu mau kabur, dia mukul kepala saya, sambil mengancam saya bunuh kamu gitu katanya,” tandasnya.

Saat berteriak, ada warga yang melihat kejadian itu. Barulah pelakunya melarikan diri saat kepergok warga.

“Nggak tahu kearah mana larinya sudah dikejar tapi nggak dapat,” ungkapnya.

Setelah ditelusuri ternyata temannya juga pernah menjadi korban hal serupa. Tiga temannya pernah mengalami kejadian tersebut yang lokasinya tidak jauh dari lokasi kejadian yang dialami ATN.

“Sudah ada yang pernah ngalami juga teman saya,” katanya.

ATN pun melaporkan kejadian ini ke POlresta Depok. Dia berharap agar pelaku bisa terungkap dan mendapat hukuman.

“Harapannya bisa ketangkap dan dihukum,” harapnya.

Enci (54), seorang ibu rumah tangga yang sempat melihat kejadian yang dialami ATN mengatakan korban sempat berteriak kencang hingga membuatnya lari keluar rumah. Saat itu dia melihat korban sudah ketakutan dan seluruh dagangannya berjatuhan ke samping warung dekat lokasi kejadian.

“Sampai sekarang dia belum dagang lagi biasa sih lewat sini, tiap pagi rajin anaknya jualan donat,” katanya.

Sementara itu, Kanit PPA Polresta Depok Iptu Nurul Kamilawati mengatakan, pihaknya telah mendapatkan laporan mengenai kejadian tersebut. Sampai saat ini baru satu saja yang membuat laporan ke pihaknya. Petugas sudah mendatangi lokasi kejadian sebagai langkah awal penyelidikan.

“Tadi sudah datang juga ke TKP, anggota melakukan penyisiran CCTV di sekitaran gang dan melakukan penyelidikan lainnya,” katanya.

Pihaknya mengaku telah mengantongi ciri – ciri pelaku begal payudara tersebut.

“Dari data yang kita peroleh di lapangan, ciri – ciri pelaku laki laki sekitar 25 tahun, naik motor jenis Mio warna hitam tingginya 165,” tutupnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here