Harga Telur Pecah Rekor

209
ist

Margonda | jurnaldepok.id
Sudah hampir satu minggu ini harga ayam telur boiler melambung tinggi. Bahkan, di tingkat pengecer harga ayam telur dibanderol Rp 30-32 ribu per kilo. Harga tersebut merupakan sebuah rekor dan sejarah bagi masyarakat. Pasalnya, baru kali ini harga telur ayam menyentuh harga tersebut.

Hal tersebut membuat masyarakat mulai teriak dan meminta kepada pemerintah untuk menurunkan harga telur ayam dan menggelar operasi pasar khusus telur ayam.

Tak hanya masyarakat dan ibu rumah tangga, meroketnya harga telur ayam juga dirasakan oleh pedagang lauk pauk.

“Sudah beberapa hari ini kami tidak masak telur, karena harganya sangat mahal. Terpaksa kami tiadakan,” ujar Weni, penjual nasi uduk di kawasan Bojongsari, Minggu (15/7).

Hal yang sama juga dirasakan oleh pedagang mie rebus, Erni yang bermukim di wilayah Duren Mekar, Bojongsari.

“Harga telur terus meroket, saya jadi bingung jual mie rebus harus berapa duit,” katanya.

Lain halnya dengan Suhanda AR, pedagang telur ayam yang berjualan di Jalan Kamboja, Kelurahan Sawangan, terpaksa harus berhenti berjualan telur ayam sebelum lebaran tiba karena harganya yang terus meroket.

“Yang ada bukan untung tapi malah buntung, sebab saya jualnya setengah ons aja ada hitungannya. Resiko pecah kan saya yang tanggung. Makanya istirahat saja sampai harga stabil,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok, Kania Purwanti mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan monitoring harga ayam telur di beberapa pasar di Kota Depok.

“Saat ini kami terus memantau harga ayam telur di lima pasar yang dikelola oleh pemerintah yakni Pasar Agung, Pasar Tugu, Pasar Sukatani, Pasar Kemiri dan Pasar Cisalak,” ujar Kania kepada Jurnal Depok, kemarin.

Ia merinci, harga ayam telur di Pasar Kemiri Muka saat ini mencapai Rp 28 ribu, Pasar Agung Rp 28 ribu, Pasar Sukatani Rp 29 ribu 500 dan di Pasar Tugu Rp 27 ribu.

“Kami juga terus melakukan pemantauan harga se Jawa Barat, kami berupaya agar harga telur di Depok tidak tertinggi se Jawa Barat, sambil memantau arahan Kemendag. Untuk harga tertinggi rata-rata di Jawa Barat saat ini mencapai Rp 28 ribu 400 dan terendah Rp 27 ribu 500,” paparnya.

Dirinya tidak menapikan jika harga ayam telur di pengecer bisa tembus Rp 30 ribu bahkan lebih. Hal itu dikarenakan sudah melalui beberapa tangan.

“Itu harga telur dipasar yang dikelola pemerintah sengaja kami publikasikan, untuk menjadi alternatif belanja masyarakat,” katanya.

Terkait dengan operasi pasar murah untuk telur ayam, pihaknya masih melakukan penjajakan dikarenakan harga telur saat ini merata di Jawa Barat.

“Bahkan di DKI harga rata-ratnya menyentuh Rp 27.848. Harga tertinggi saat ini di Jawa Barat berada di Kota Sukabumi yang mencapai Rp 30 ribu dan terendah di Cirebon Rp 27.100 per kilo gram,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here