Perkuat Peran Dai

129
Walikota Depok foto bersama dengan Ketua MUI, perwakilan kepolisian dan peserta sarasehan dakwah

Laporan: Rahmat Tarmuji
Untuk menambah pemahaman di kalangan dai tentang dakwah Islam Rahmatan Lil Alamin, Bagian Sosial Pemerintah Kota Depok bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok menggelar sarasehan dakwah tingkat kota.

Ketua MUI Kota Depok, KH Dimyati Badruzaman melalui Sekretaris MUI Kota Depok, KH Khairullah Ahyari mengatkan, kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk memperkuat dan meningkatkan peran para dai dalam dakwah di Kota Depok.

“Kegiatan ini juga untuk menyamakan presepsi terkait dakwah Islam Rahmatan Lil Alamin. Pserta berasal dari MUI kecamatan se Kota Depok dan utusan dari berbagai unsur,” ujarnya, kemarin.

Walikota Depok, Mohammad Idris usai membuka acara tersebut mengatakan acara sarasehan dakwah tersebut diharapkan dapat menelurkan rekomendasi yang nantinya bisa menjadi masukan untuk pemerintah kota dan akan disinergikan dengan lembaga terkait.

“Kami juga telah MoU dengan MUI, di sana ada komisi riset dan study Islam, Komisi Fatwa, nanti komisi itu akan membahas hal-hal yang terkait. Kami harapkan ada semacam peningkatan dari sisi kualitas dakwah tidak hanya dari sisi konten dan sistemnya, tapi juga dari sisi pendakwah dan fasilitas yang bisa digunakan,” terangnya.

Dikatakannya bahwa Islam adalah rahmat dan anugrah Allah di dalam kehidupan yang besar. Nabi Muhammad, kata dia, diutus dan merupakan anugrah Allah yang besar dan harus dirasakan anugrah rahmat serta karunia Allah kepada seluruh alam.

Konsepsi hidup yang diamanahkan kepada Nabi Muhammad, sambungnya, untuk disampaikan kepada seluruh yang disebut sebagai alam.

“Konsepsi hidup yang diamanahkan Allah kepada Nabi Muhammad seperti halnya lingkungan hidup. Di mana lingkungan hidup ini berhak untuk mendapatkan kebaikan-kebaikan Allah, contohnya terkait sungai, di situ ada larangan pencemaran kepada sungai, kepada hewan maupun tanaman, itu harus disampaikan,” katanya.

Selain itu, acara tersebut juga dimaksudkan untuk membangun system dakwah yang lebih baik lagi. Idris mengatakan, cara penyampaian dakwah Islam bukan dengan cara-cara yang memancing emosi, provokasi dan lainnya.

“Namun lebih merasakan kenikmatan Islam itu sendiri,” pungkasnya. n

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here