Pemilik Lahan Cijago Kecewa

504
ist

Limo | jurnaldepok.id
Sejumlah pemilik laham terkena proyek tol Cinere – Jagorawi (Cijago) wilayah Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, mengaku kecewa lantaran hingga saat ini belum juga ada kejelasan kapan Pemerintah dalam hal ini Panitia Pembebasan Tanah (P2T) akan membayar uang ganti kerugian (UGK) lahan warga yang terkena tol.

Salah satu pemilik lahan terkena tol Cijago wilayah Kelurahan Krukut, Dina Darmawan mengaku sudah capek menunggu realisasi pembayaran tanah miliknya terlebih kata dia lahan yang telah ditetapkan terkena tol tidak bisa dioptimalkan lagi untuk kepentingan apapun.

“Dari tahun ketahun kami hanya bisa menunggu sekarang malah katanya peta bidang pun belum ada sehingga kemungkinan realisasi pembayaran masih sangat lama, ” ujar Dina kepada Jurnal Depok, kemarin.

Dia menambahkan wacana pembebasan lahan tol Cijago sudah mencuat sejak beberapa tahun silam. Bahkan, kata dia, sudah lebih dari 5 tahun dan sejak itu warga yang tanahnya terkena tol tidak diperbelohkan untuk menjual, membangun dan menambah tanaman pohon yang ada di areal lahan terkena tol.

“imbauan itu sudah dipatuhi oleh warga pemilik lahan dan sehubungan realsiasi tak kunjung ada maka kini warga merasa kecewa, ” imbuhnya.

Terkait hal ini dirinya mengatakan para pemilik lahan sudah berkali kali mendatangi kantor P2T Tol Cijago untuk meminta kepastian kapan pembayaran UGK akan direalisasikan namun kata dia tak pernah upaya para pemilik lahan tak pernah direspin okeh pihak terkait oleh sebab itu dia meminta kepada Pemerintah Kota Depok agar membantu warga memperjuangkan realisasi pembayaran UGK kepada para pemilik lahan terkena tol Cijago di wilayah Kelurahan Krukut. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here