380 Warga Terkena HIV AIDS

190

Beji | jurnaldepok.id
Sekitar 380 warga Kota Depok terkena penyakit HIV dan AIDS dengan rincian HIV 367 dan 13 terserang penyakit AIDS.

Pimpinan Kuldesak yang membidangi masalah HIV dan AIDS di Kota Depok, Samsu Budiman saat ditemui wartawan di sekretariat Kuldesak di wilayah Kelurahan Pondokcina, Kecamatan Beji, Minggu (8/7) mengatakan, laporan Kasus HIV-AIDS di Kota Depok sampai dengan bulan Desember 2017 yang diterima dari laporan pendamping Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) Kuldesak sekitar 380 warga.

Data HIV-AIDS Tahun 2017 yang disajikan adalah bersumber dari Sistem Informasi Pendampingan ODHA di Kota Depok, dimana untuk periode Januari – Desember Tahun 2017 terjadi perubahan dan perkembangan data dalam laporan pasca kegiatan validasi dan harmonisasi data bersama di Kota Depok.

“Hal ini kami lakukan dalam rangka peningkatan kualitas laporan, diman laporan tahun 2017 dan sebelumnya adalah benar-benar kasus ditemukan pada tahun yang bersangkutan,” ujarnya, kemarin.

Untuk virus HIV dari bulan Januari sampai dengan Desember 2017 jumlah infeksi HIV yang baru dilaporkan sebanyak 367 orang, dimana persentase infeksi HIV tertinggi dilaporkan pada kelompok umur 25-50 tahun (70%), diikuti kelompok umur 15-24 tahun (20%), kelompok umur 1 – 14 tahun (10%).

Sementara untuk rasio HIV antara laki-laki dan perempuan adalah dua berbanding satu, dimana persentase faktor risiko HIV tertinggi adalah hubungan seks berisiko pada Heteroseksual (50%), Lelaki Seks Lelaki (LSL) (22%), IDU (Injection Drug Users) (18%), Waria (5%), Anak (5%).

Dia mengatakan untuk data AIDS dari bulan Januari hingga Desember 2017 jumlah AIDS yang dilaporkan baru sebanyak 13 orang, dengan persentase AIDS tertinggi pada kelompok umur 25-50 tahun 85%), diikuti kelompok umur 15-24 tahun (5%) dan kelompok umur 1-14 tahun (10%).

Sementara rasio AIDS antara laki-laki dan perempuan adalah satu berbanding satu,
persentase faktor risiko AIDS tertinggi adalah hubungan seks berisiko pada Heteroseksual (75%), IDU (Injection Drug Users) (20%), Anak (5%), LSL (Lelaki Seks Lelaki) (0%), Waria (0%).

Sementara untuk layanan, sampai dengan Desember 2017, layanan HIV-AIDS yang aktif melaporkan data layanannya ada sekitar 16 Puskesmas, dua Rumah Sakit Pengampuh RS, layanan Kesehatan, konseling dan Tes HIV (KT), termasuk Tes HIV dan Konseling yang diprakarsai oleh Petugas Kesehatan (TIPK).

“Jumlah data program dukungan ODHA yang sudah mendapatkan pengobatan ARV sampai dengan bulan Desember 2017 sebanyak 380 orang,”katanya.
Pihaknya juga melakukan pendampingan kepada pasien yang ada di Kota Depok secara rutin dan berkala. n Fx-Ktr

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here