Catatan Penting Panwaslu Di Pilgub Jabar

234
Dede S Permana

Cilodong | jurnaldepok.id
Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Depok memiliki beberapa catatan penting terkait penyelenggaraan pemilihan gubernur Jawa Barat tahun 2018.

“Kami telah banyak menerima laporan dan telah kami cek ke lapangan. Contoh, ada laporan kertas suara ditulis nama pemilih, kami cek sampai satu kecamatan di TPS 24 di wilayah Sawangan ternyata tidak ditemukan, bahkan yang melaporkan pun kami ajak untuk menyaksikan penghitungan ternyata memang tidak ada,” ujar Dede Selamet Permana, Ketua Panwaslu Kota Depok, Rabu (4/7).

Selain itu, ia juga mencatat paling banyak pelanggaran atas ketidak telitian KPPS dalam mengisi formulir. Sehingga, kata dia, menyebabkan rekapitulasi data di tingkat kecamatan banyak masalah.

“Seperti hal nya yang ditulis di C1 atau di formulir CKWK nya itu salah jumlah, salah angka dan lainnya, itu kesalahan admistrasi yang paling banyak kami temukan,” paparnya.

Sementara itu, Panwaslu tidak menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh pasangan calon peserta pilgub 2018.

“Kalau untuk pungut hitung tidak ada. Ada satu laporan pidana namun tidak memenuhi unsur, sudah kami tindak lanjuti juga dan Gakumdu sudah turun tapi tidak terpenuhi unsur ya sudah, tidak bisa ditindaklanjuti,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, persoalan terbesar salah satunya yakni kurang siapnya SDM di KPPS.

“Banyak yang masih bertanya ke kami, kemudian ada formulir yang salah isi, itu kan awalnya kurang kesiapan dan pemahaman dari SDM nya. Termasuk logistic yang terlambat menjadi kritikan kami juga, meskipun kalau logistic itu dari provinsi,” katanya.

Sebelumnya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat mengapresiasi dengan perolehan angka partisipasi pemilih yang dinilainya mampu mencapai lebih dari 70 persen. Angka ini tentunya naik dari pilkada sebelumnya yang hanya berkisar di angka 62 persen.

Ketua Bawaslu Jawa Barat, Wasikin mengatakan keberhasilan ini merupakan salah satu kerja keras yang dilakukam semua pihak dalam menyukseskan Pilkada di Jawa Barat.

“Saya mengapresiasi pemilih yang tersebar di Jawa Barat, karena adanya peningkatan jumlah partisipasi pemilih. Dari pilkada sebelumnya 63 persen Alhamdulillah sekarang sampai 70 persen,” ucapnya.

Ia menambahkan keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan sosialisasi yang secara khusus dilakukan oleh KPU Jawa Barat, Bawaslu, Kesbangpol hingga ke pihak universitas.

“Semua usaha yang dilakukan secara maksimal berdampak pada keberhasilan pelaksanaan pilkada yang jumlah partisipasi jauh meningkat dari sebelumnya,” katanya.

Dirinya menilai angka partisipasi Pilkada di Jawa Barat akan mampu terus naik hingga seluruh data pemilih masuk ke KPU Jawa Barat.

“Bisa di angka 71 persen jelas dia,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here