Terduga Teroris Rencanakan Teror Saat Pilgub

112
ilustrasi

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Salah satu terduga pelaku terorisme hingga kini masih menjalani pemeriksaan intensif. Pemeriksaan dilakukan guna mencari tahu motif pelaku. Pada Sabtu (23/6) anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri mengamankan pelaku berinisial MM. Dia diciduk di RT 06 RW 22, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya.

Penangkapan terduga pelaku cukup membuat kaget warga sekitar. Salah seorang tetangga pelaku yang bernama Hasyim mengatakan MM merupakan orang baru di sekitar wilayah tersebut. Ia tinggal bersama istri dan anaknya di rumah kontrakan tersebut.

“Tinggalnya belum lama. Ada anak sama istrinya juga yang tinggal sama dia,” ujarnya.

Ia mengungkapkan tak banyak yang diketahui dari MM. Hal itu lantaran pelaku dan keluarganya jarang bergaul dengan tetangga. “Orangnya tertutup saya nggak tahu dia orangnya kayak gimana,” ungkapnya.

Saat di lokasi kejadian, warga pun mengaku tidak mengetahui apa saja yang dibawa pihak kepolisian saat menangkap MM. Tetapi, menurut mereka kejadian begitu cepat. Tidak ada perlawanan serius dari penyergapan anggota Densus 88 di Kota Depok tersebut.

Sementara itu Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Mohammad Iqbal menuturkan kelompok teroris yang berhasil dimankan tersebut merupakan anggota JAD Bogor. Diduga mereka akan melakukan ‘amaliyah’ pada saat pelaksanaan Pilkada Serentak Jawa Barat 2018.

“Mereka memiliki niat dan motivasi untuk memberikan ‘hadiah’ pilkada Jabar 2018 dengan menunjukan pergerakan yang intensive ke arah persiapan amaliyah bersama kelompok lainnya,” tuturnya.

Tak hanya MM, anggota Densus 88 juga mengambil langkah tegas yakni melumpuhkan dua terduga teroris lainnya. Kedua pelaku AS (29) dan AZW(31) ditembak mati oleh anggota karena pada saat dilakukan penangkapan, mereka melakukan perlawanan. Keduanya dilumpuhkan di Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya, Kota Depok, kemarin.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun penembakan ke dua teroris tersebut terjadi pada pukul 07.00 WIB, Sabtu (22/6). Sebelumnya, pihak kepolisian telah mengincar ke duanya karena diduga telah merencanakan ‘amaliyah’ atau aksi teror dalam waktu dekat.

Dua pelaku yang sedang berboncengan sepeda motor tersebut disergap angggota Densus 88. Namun, dalam proses penyergapan, keduanya melawan dengan menyerang petugas menggunakan pisau komando dan senjata api. Sempat terdengar beberapa bunyi tembakan di lokasi kejadian, sebelum akhirnya ke dua pelaku ditembak mati.

Salah satu warga, Doni mengatakan ketika suasana penyergapan situasi sempat mencekam. Polisi sempat menutup akses jalan.

“Warga nggak berani liat dari deket pas mereka (teroris) ditangkap,” katanya.

Beberapa anggota Polisi berpakaian preman juga meminta warga untuk tidak keluar rumah pada saat penangkapan. Namun, peristiwa itu tidak berlangsung begitu lama. “Sempat denger suara mirip petasan dua kali. Nggak berapa lama udah selesai. Tapi pas diliat di lokasi ada darah,” pungkasnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here