Pradi Kecam Oknum Guru Cabul

162
Pradi Supriatna

Margonda | jurnaldepok.id
Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna mengutuk tindakan tercela yang sudah dilakukan oknum guru SD Negeri di Cimanggis. Sebelumnya diduga guru berinisial W (23) tega mencabuli puluhan siswa kelas 6 SD di sekolah nya. Merasa tak terima diperlakukan seperti itu, para orangtua melaporkan W ke Polresta Depok.

Menurut Pradi oknum guru W harus mendapat sanksi yang tegas. Ia menambahkan oknum guru itu juga harus dikeluarkan dari sekolah tempatnya mengajar.

“Guru tersebut harus dikeluarkan dan mendapat sanksi hukum. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Ia menjelaskan sekolah tempat oknum guru tersebut adalah salah satu sekolah dasar negeri favorit yang ada di Cimanggis.

” Ini seperti melempar kotoran ke muka saya. Ketika kita tengah mengedepankan visi yang unggul religius tapi ada sisi yang luput dari pengawasan kita. Apalagi sekolah itu SD Negeri favorit,” jelasnya.

Untuk penanganan para korban, lanjut Pradi pihaknya akan melibatkan para ahli sebagai penanganan trauma korban pasca kejadian.

“Dengan dinas terkait akan dilakukan pengawasan. Secara psikis kita akan libatkan para ahli untuk memulihkan trauma yang dialami para korban,” tambahnya.

Ke depan pihaknya juga akan melakukan seleksi terkait guru yang akan mengajar di sekolah. “Yang justru jadi persoalan karena sekolah itu termasuk SD favorit, untuk tingkat seleksi akan kami tingkat kan di masing-masing sekolah,” pungkasnya.

Sebelumnya AK orang tua salah satu korban mengatakan anaknya MF menjadi salah satu korban oknum guru tersebut.

“Menurut pengakuan anak-anak yang menjadi korban itu kelas 6, semuanya cowok. Kejadian nya saat kegiatan pramuka di kelas,” ujarnya.

Dengan geram dia menceritakan anak-anak ketika itu diminta untuk membuka celana seragam yang dipakai.

“Guru itu mengancam kalau nggak mau melakukan perintah yang disuruh nilai nya akan dikurangi. Tapi kalau mau bisa naik tingkat pramuka atau nilainya dinaikan,” jelasnya.

Ia melanjutkan tercatat ada sekitar 10 hingga 15 korban. Namun yang berani melaporkan kejadian ini ke Polresta Depok baru empat orang.

“Alhamdulillah anak saya masih bisa diajak bicara, kalau saya lihat trauma tidak dialami nya karena saya dan keluarga selalu mengajak dia bicara dan menjalin hubungan lebih dekat. Untuk korban lain mungkin saja ada yang mengalami trauma. Saya minta pelaku dihukum seberat-beratnya,” pungkasnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here