Aksi Guru Cabul Dilakukan Sejak Setahun Lalu

215
Kombes Pol Didik Sugiarto

Margonda | jurnaldepok.id
Sejumlah saksi dugaan kasus pencabulan yang dilakukan oknum guru salah satu SD Negeri favorit di Cimanggis W (23) telah diperiksa Polresta Depok. Berdasarkan keterangan saksi pelapor menyebutkan bahwa murid kelas VI diminta untuk membuka celana atas perintah W.

Peristiwa itu terjadi di dalam area sekolah. Keterangan saksi pelapor juga menyebutkan bahwa ada peristiwa yang juga terjadi di luar sekolah. Informasinya korban diduga mencapai belasan murid.

“Tapi yang lapor ke kami baru empat orang saja. Tim kami sedang berkordinasi dengan sekolah apakah ada korban lainya atau tidak,” kata Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto.

Dirinya menjelaskan sebelum beraksi, W terlebih dulu mengancam muridnya. Kepada murid laki-laki, dia mengancam tidak akan memberikan nilai bagus jika tidak menuruti perintahnya.

“Modusnya ada ancaman. Kalau tidak mengikuti kemauan guru nanti nilainya jelek,” jelasnya.

Kapolres menambahkan jika tindakan bejat itu berlangsung sejak tahun lalu. Namun murid-murid saat itu tidak ada yang berani menceritakan peristiwa tersebut.

“Korban memberikan keterangan bahwa tindakan itu terjadi pada periode 2017-2018,” ungkapnya.

Soal dugaan adanya satu murid yang menjadi korban sodomi, ia belum bisa memastikan. Yang jelas dari informasi yang diterima pihaknya memang benar terjadi tindakan pelecehan terhadap sejumlah murid laki-laki.

“Kami tidak sedetil itu menyampaikan. Fakta yang ditemukan dari keterangan saksi terjadi peristiwa pencabulan sesuai dengan konstruksipasal pencabulan,” pungkasnya..

Adanya kasus pelecehan seksual terhadap siswa laki-laki, turut membuat orangtua khawatir. Salah satunya Evi (38). Ibu dari tiga orang anak itu merasa was-was dengan kasus yang terjadi tersebut.

“Saya denger beritanya, jadi takut. Apalagi anak saya dua-duanya cowok. Atas kasus ini saya jadi lebih waspada dan sering menanyakan keadaan anak saya di sekolah. Sering ngajak mereka ngobrol aja dan kasih tau kalau ada orang yang berbuat senonoh langsung teriak dan katakan tidak. Kemudian cerita ke saya atau lapor,” tutupnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here