Oknum Guru Dipolisikan

138
ilustrasi

Margonda | jurnaldepok.id
Seorang oknum guru berinisial AR (23) dilaporkan ke pihak berwajib oleh orang tua siswa. Hal ini lantaran oknum guru tersebut diduga telah melakukan tindakan pelecehan seksual kepada sejumlah murid kelas 6 di salah satu SDN di wilayah Taman Duta Cimanggis.

AK orang tua korban tak kuasa menahan kekesalannya karena anaknya MF menjadi salah satu korban oknum guru tersebut. AK pun bersama tiga orangtua murid lain berani melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Depok.

“Menurut pengakuan anak-anak yang menjadi korban itu kelas 6, semuanya cowok. Kejadian nya saat kegiatan pramuka di kelas,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (6/6).

Dirinya menjelaskan kelakuan bejat oknum guru tersebut sungguh diluar akal sehat. Dengan geram dia menceritakan anak-anak ketika itu diminta untuk membuka celana seragam yang dipakai.

“Guru itu mengancam kalau nggak mau melakukan perintah yang disuruh nilai nya akan dikurangi. Tapi kalau mau bisa naik tingkat pramuka atau nilainya dinaikan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan perlakuan tak senonoh itu pernah dialami siswa sejak kelas 5 SD, kemudian ada yang di tengah semester.

“Hampir semua kejadiannya di sekolah dan tidak ada guru yang tahu, orangtua juga nggak tahu karena anak-anak bungkam. Menurut alumni SD itu, dua tahun lalu juga pernah ada kejadian yang dilakukan guru itu. Modusnya anak-anak ini diajak jalan, dijajanin, ” ungkapnya.

Dia mengatakan jika mengetahui peristiwa itu dari anaknya sendiri. Anaknya mengaku satu kali diperlakukan tak senonoh oleh oknum guru tersebut.

“Tahunya dari anak saya, dia diperlakukan sekali tapi bisa jadi anak yang lain lebih dari sekali. Saya kroscek juga ke orang tua lain ternyata juga anaknya mendapat perlakukan seperti itu. Saya harap polisi bisa ungkap kasus ini dengan segera,” ucapnya.

Atas kejadian tersebut para orangtua meminta kepada pihak sekolah agar mengeluarkan dan memberhentikan oknum guru itu.

“Orangtua minta sekolah untuk mengeluarkan guru tersebut. Perbuatannya sangat biadab, sudah seharusnya dia udah nggak ngajar disitu lagi,” katanya.

Ia melanjutkan tercatat ada sekitar 10 hingga 15 korban. Namun yang berani melaporkan kejadian ini ke Polresta Depok baru empat orang.

Dirinya mengaku tidak mendapat intimidasi dari pihak sekolah, namun ia mendengar informasi beberapa orangtua murid diminta datang terlebih dahulu ke sekolah.

“Kalau saya nggak ada intimidasi. Cuma saya denger beberapa orangtua diminta datang ke sekolah, pihak sekolah meminta agar nama baik sekolah tetap dijaga,” tandasnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here