Disdagin Temukan Harga Barang Tak Sesuai HET

149
Kadisdagin, Kania Purwanti saat memimpin sidak kebutuhan pokok di beberapa pasar modern

Margonda | jurnaldepok.id
Memasuki hari ke delapan bulan Ramadhan, Dinas perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok mengecek harga-harga komoditas pokok disejumlah supermarket. Hasil temuan nya adalah ada beberapa barang kebutuhan pokok yang dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Antara lain harga daging ayam yang harusnya Rp 32 ribu, dijual Rp 33 ribu dan daging kerbau harusnya Rp 80 ribu tapi dijual Rp 99 ribu.

“Ada temuan yakni di Hypermart harga daging kerbau Rp 99 ribu per kg, harusnya berdasarkan HET Rp 80 ribu. Kemudian harga daging ayam harusnya sesuai HET Rp 32 ribu tapi Rp 33 ribu,” ujar Kepala Disdagin Kota Depok Kania Parwati.

Ia menjelaskan harusnya harga-harga komoditas pokok berdasarkan surat edaran Kementrian Perdagangan (Kemendag) harus sesuai dengan HET (Harga Eceran Tertinggi).

“Berdasarkan peratuan Kemendag yang baru tanggal 2 Mei No 58 tahun 2018 dan diedarkan tanggal 15 Mei 2018 yang mengatur harga eceran terbaru diatur tentang adanya harga telur, ikan. Untuk itu kami lakukan pengecekan di lapangan apakah harga itu sudah sesuai atau belum,” terangnya.

Disamping itu hal tersebut dilakukan guna mengendalikan harga. Diakui Kania sudah ada beberapa komoditas pokok yang harganya sesuai dengan HET.

“Di Giant harga telur Rp 22 ribu sekilo sama dengan HET. Kalau di tempat sebelumnya harga telur Rp 25 ribu harusnya kan Rp 22 ribu,” ungkapnya.

Pihaknya mengimbau kepada ritel toko swalayan agar menyesuaikan harga komoditas pokok sesuai dengan HET yang dikeluarkan Kemendag.

“Kami akan cek lagi pada Jumat (25/5) paling lambat hari Senin depan (28/5). Jika misalnya masih ada yang tidak sesuai maka kami akan kirim surat teguran yang ditembuskan ke provinsi dan Kemendag,” paparnya.

Dalam sidak tersebut pihaknya tidak menemukan makanan kadaluarsa. Ia menambahkan parsel yang dijual juga dalam kondisi aman.

“Yang kita cek harga daging ayam, telur, daging, beras, gula, minyak, dan sampling expired date. Tidak ada temuan makanan kadaluarsa, parsel juga ga ada temuan, masih memenuhi dua bulan tiga bulan ke depan,” pungkasnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here