Dua Pemuda Diringkus

146
Inilah dua pemuda yang nekad melakukan pengeroyokan, mereka berhasil diringkus oleh aparat kepolisian

Margonda | jurnaldepok.id
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh kemuliaan. Banyak umat muslim yang berlomba-lomba mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. Tapi tidak dengan dua pemuda ini. Mereka malah nekat melakukan pengroyokan di saat bulan puasa.

Adalah AA dan IP yang berhasil diringkus Satreskrim Polresta Depok. Keduanya diamankan karena mengeroyok serta menganiaya korban bernama Mohammad Iwaludi. Akibat dianiaya korban mengalami luka bacok di punggung.

“Kejadian nya pada hari Minggu (13/5) sekitar pukul 23.30 WIB. Lokasinya Grand Citayam City (GCC) Kampung Caringin RT 02/11, Desa Ragajaya, Kecamatan Bojonggede. Kedua pelaku kami amankan Senin (22/5),” ujar Kanit Krimsus Polresta Depok AKP Firdaus kemarin.

Ia menjelaskan kedua pelaku melakukan penyerangan pada korban pada Minggu (13/5). Ketika itu korban tiba-tiba diserang oleh tersangka dengan menggunakan celurit dan helm.

“Akibatnya korban mengalami luka pada bagian punggung di lima tempat. Setelah mengeroyok tersangka kabur dan korban ditolong oleh teman-temannya kemudian dibawa ke RS PMI Bogor,” jelasnya.

Hingga kini pihak kepolisian masih mencari motif kedua pelaku nekat melakukan pengroyokan. “Kami masih dalami motif mereka melakukan itu, keterangan dari para pelaku masih diperiksa,” ucapnya.

Pihaknya juga mengamankan satu buah celurit yang digunakan pelaku untuk menjalankan aksinya.

Adanya aksi pengroyokan tersebut membuat warga prihatin dan was-was. Salah satunya adalah Ida Rohidah (43). Ibu rumah tangga itu mengaku cemas ketika melihat sekelompok remaja yang suka berkumpul di jalan.

“Biasanya usai mereka sholat tarawih suka pada ngumpul di jalan. Kadang suka saya marahin dan suruh mereka pulang, tapi pas dikasih tau malah galakan mereka,” tuturnya.

Dirinya mengaku khawatir jika para remaja yang berkumpul melakukan aksi tawuran. Ia pun berharap petugas kepolisian secara rutin melakukan patroli di sejumlah wilayah.

“Saya harap polisi selalu jaga-jaga dan patroli. Saya punya anak remaja juga, dia selalu saya ingatkan kalau habis selesai terawih langsung pulang ke rumah, nggak usah ikut temen kumpul-kumpul,” tandasnya.nNur Komalasari

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here