Rumah Pasangan Tuna Rungu Ambruk

201

Beji | jurnaldepok.id
Meski tidak hujan angin, rumah seorang warga yang bernama Badet (50) yang berlokasi di Jalan Garuda 4 RT/RW 02/04, Kelurahan Beji Timur, Kecamatan Beji tiba-tiba saja ambruk. Kediaman pasangan tuna rungu tersebut mengalami roboh secara bertahap. Meski keadaan sudah tidak layak huni namun keduanya memilih bertahan karena tidak memiliki dana untuk memperbaiki.

Salah satu tetangga yang enggan disebutkan namanya itu menjelaskan, Badet bekerja sebagai kuli bangunan sedangkan sang istri adalah buruh cuci. Pada tanggal 29 April ketika hujan deras adalah puncak rumah Badet roboh. Hingga kini belum ada bantuan dari siapapun untuk memperbaiki rumah tersebut.

“Sekarang keadaannya memprihatinkan, saya sebagai tetangga kasihan melihatnya. Berharap ada bantuan dari pemerintah, apalagi pasangan ini tuna rungu,” ucapnya.

Saudara-saudara Badet pun tidak dapat berbuat banyak. Badet sendiri pernah mendapat bantuan dari Komunitas Sedekah Depok (KSD), dan mendapat bantuan uang sebesar Rp1 juta.

“Uang itu buat beli asbes, karena genteng semua ambruk. Saya berharap masyarakat dan pemerintah dapat membantu,” tandasnya.

Warga lain yakni Suprapto juga berharap pemerintah Kota dan warga Depok lain mau membantu keluarga Badet. Ia mengatakan rumah tersebut sebenarnya sudah tidak layak huni. Jika terus dibiarkan, rumah tersebut semakin hancur.

“Saya berharap pemerintah mau membantu meringankan penderitaan pak Badet. Kasian, karena rumahnya kalau dilihat dari bangunan nya sudah gak bisa ditempatin. Tapi mereka masih tinggal disitu karena nggak ada biaya buat perbaiki. Mereka juga nggak tahu mau pindah kemana,” tutupnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here