Demiz Somasi KPI

297
Deddy Mizwar saat menghadiri acara sosialisasi di wilayah Rangkapan Jaya, Pancoran Mas

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut empat, Deddy Mizwar menilai larangan dirinya untuk main sinetron oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) adalah bentuk kedzoliman. Ia menilai KPI lebay menyikapi persoalan tersebut.

“Kami somasi (KPI,red) secara hukum kami gugat, apa urusannya melarang orang main sinetron. Seperti di masjid kan dilarang orang tak boleh kampanye, di pesantren dan lembaga pendidikan tidak boleh kampanye, tapi kan bukan berarti kami tidak boleh datang ke sana,” ujar Deddy kepada Jurnal Depok, kemarin.

Pernyataan itu disampaikan pria yang akrab disapa Demiz seusai melaksanakan rangkaian buka puasa bersama dan Shalat Terawih di wilayah Rangkapan Jaya, Pancoran Mas.

Ia menambahkan, setiap calon kepala daerah boleh saja main sinetron tapi jangan ada unsur kampanye di dalamnya.

“Sangat lebay dan tendensius keberpihakan kalau menurut kami demikian. Makanya kami orang yang tak bisa diam melihat kedzoliman, kami melawan bukan kalah atau menang tapi kami harus melawan. Kenapa ummat Islam tidak boleh berdakwah, kami ummat Islam namun tidak boleh berdakwah di televisi,” paparnya.

Dikatakannya, profesi dirinya adalah aktor namun tidak boleh cari nafkah.

“Orang tidak boleh cari nafkah dzolim atau enggak?, orang Islam tidak boleh dakwah Islam di televisi dzolim atau enggak kira-kira?. Suruh bubar aja negeri ini kalau orang Islam tidak boleh dakwah,” terangnya.

Pemeran Bang Jack pada sinetron Para Pencari Tuhan (PPT) itu mengungkapkan banyak orang yang jadi korban lantaran tidak tahu apa-apa, baik pemain maupun crew yang berhubungan langsung dengan dirinya.

“Mereka tidak bisa cari nafkah dan mendapat nafkah dari profesinya. Syiar Islam enggak boleh oleh KPI hanya saya calon kepala daerah. Somasi kami layangkan Senin kemarin,” katanya.

Sementra itu Ketua Divisi Keamanan Internal Partai DPP Partai Demokrat, Rudi Kadarisman menilai popularitas dan elektabilitas kadernya yakni Deddy Mizwar terus meningkat, terlebih pasca debat kedua minggu lalu.

“Kami yakin Deddy Mizwar memiliki peluang besar untuk menang, beliau sangat elegan dalam debat kemarin dan jawabannya pun sangat meyakinkan masyarakat. Duet Demiz-Demul bagus saat debat dengan pengetahuan dan kapasitasnya,” ungkapnya.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Depok, Edi Sitorus mengatakan Demiz sengaja datang ke Depok dua hari untuk melakukan sosialisasi di empat titik wilayah Depok di antaranya, Pancoran Mas, Tapos, Beji dan Cimanggis.

“Kami bersyukur respon masyarakat luar biasa terhadap kedatangan Demiz. Pendekatan yang dilakukan Demiz ialah kekeluargaan. Tentu target kami menang di Depok, hal itu seiring dengan tingkat elektabilitas dan popularitasnya yang terus meningkat,” tegasnya.

Setelah melakukan buka puasa bersama, Demiz dan rombongan langsung Shalat Trawih berjamah di Masjid An-Nur RT 01/02 Kelurahan Rangkapan Jaya, Pancoran Mas. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here