2 Paslon Diperiksa Bawaslu

299

Margonda | jurnaldepok.id
Badan Pengawas Pemilu Jawa Barat (Bawaslu) memanggil dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat yakni pasangan Asyik (Sudrajat dan Ahmad Syaikhu) serta pasangan Hasanah (TB Hasanuddin dan Anton Charliyan). Pemanggilan tersebut merupakan reaksi dari acara debat publik yang digelar di Universitas Indonesia pada Senin (14/5).

Dalam debat tersebut timbul kegaduhan dimana paslon Asyik membentangkan kaos Ganti Presiden. Aksi nya tersebut membuat paslon lain merasa tidak terima dan melaporkan hal itu kepada Bawaslu dan KPU Jawa Barat.

Ketua Bawaslu Jawa Barat, Harminus Koto mengatakan pihaknya telah memanggil paslon Asyik dan paslon Hasanah.

“Kami sudah tanya ke paslon 3 tentang kejadian yang mengakibatkan kericuhan pada debat. Ditanyakan dari awal sampai akhir acara,” jelasnya.

Terkait adanya dugaan pelanggaran, Harminus sendiri belum mampu menjelaskan sanksi apa yang akan diberikan kepada paslon nomor tiga tersebut.

“Terkait apakah KPU kepada paslon memberi panduan larangan yang ada di debat, apakah kaos yang dibawa dari mana. Nanti disimpulkan apa yang kita tanyakan,” paparnya.

Ia menuturkan telah melakukan sidang terkait dengan kasus tersebut. Namun, sejauh ini pihaknya belum menemukan pelanggaran yang mengakibatkan paslon Asyik terancam terkena sanksi pidana. “Kami masih kembangkan untuk sanksi administratifnya,” tambahnya.

Di samping itu pihaknya juga memanggil paslon Hasanah sebagai pihak yang melaporkan kejadian tersebut. Selain itu, Bawaslu juga menemukan pencatutan nama Presiden Jokowi dalam penampilan acara debat yang dilakukan Hasanah.

Menurutnya, setelah semua pihak dimintai keterangan nantinya baru dapat diketahui siapa yang bersalah dalam kejadian ini.

“Kami mintai keterangan juga kepada pihak Hasanah terkait kericuhan dan pencatutan nama presiden Jokowi,” ucapnya.

Sementara itu, calon gubernur Jawa Barat nomor urut tiga, Sudrajat mengaku pihaknya telah menyampaikan paparan secara menyeluruh kronologi kejadian. “Sampai sekarang Bawaslu belum berbicara mengenai sanksi,” akunya.

Ia mengatakan apa yang mereka sampaikan terkait dengan 2019 ganti presiden sebelumnya pernah disampaikan pada kampanye terbuka. Begitu pula dengan kaos.

“Kaos itu telah kami gunakan pada rapat akbar. Tidak ada peringatan terkait kaos sampai setelah acara debat ke dua selesai,” pungkasnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here