May Day Peduli Sesama

143

Laporan: Nur Komalasari
Peringatan hari buruh masih terus dilakukan. Salah satunya seperti yang digelar LKS Tripartit yang menyelenggarakan May Day dengan cara berbeda.

Tak seperti biasanya, peringatan tersebut dilakukan mereka dengan memberikan santunan anak yatim, menanam pohon hingga menebar benih ikan.

“Ini kegiatan LKS tahunan dalam rangka peringatan May Day. Saat ini kami mengambil tema May Day peduli sesama,” ujar Selamet selaku panitia acara.

Ia merinci kegiatan yang dilakukan pihaknya. Antara lain memberikan santunan kepada anak yatim sebanyak 80 anak, tebar 10 ribu benih ikan di Setu Jatijajar dan Setu Cillodong, penanaman pohon di Balai Rakyat.

“Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama Serikat pekerja, Apindo dan pemerintah Kota Depok. Diharapkan kegiatan ini bisa dilakukan secara rutin,” pungkasnya.

Sementara itu Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan dirinya menyambut positif apa yang sudah dilakukan LKS Tripartit.

“Saya menilai sangat positif dan perlu dilanjutkan karena dengan ini teman-teman syarikat buruh ingin merubah paradigma bahwa May Day yang dikesankan sesuatu hal negatif seperti demo-demo. Kita ingin merubah itu. Jatidiri pekerja di perusahaannya adalah salah satu komponen pembangunan yang tidak boleh diabaikan. Istilahnya sama-sama ingin nyaman, pekerja ingin nyaman dan perusahaan juga ingin nyaman. Pemerintah sebagai fasilitator juga ingin suasana daerah nya juga nyaman,” jelasnya.

Pemerintah pun sudah menyatakan keberpihaknya kepada buruh. Keberpihakan tersebut ditunjukan
dengan dibentuknya tripartrit.

“Itu juga sebagai salah satu kita menjembatani keinginan yang kadang tidak sama antara buruh dan perusahaan. Munculnya gerakan May Day buruh pada saat itu di Eropa sebagian dikonotasikan mereka hal yang tidak wajar, tetapi jika dilihat pemenuhan hak mereka harus diberikan karena mereka merupakan bagian yang tidak dipisahkan dari suatu negara, inilah yang harus kita tanamkan, ” terangnya.

Terkait standar UMR di Depok, ia melanjutkan antara harapan antara buruh dan perusahaan berbeda. Pemerintah berusaha mengambil kebijakan dan mendatangkan kepentingan untuk semua.

“Harapannya buruh ingin di atas, perusahaan di bawah, jangan sampai terjadi kesenjangan. Kita dekatkan mana yang bisa didekatkan. Kalau persis sesuai keinginan kedua belah pihak itu sulit. Pemerintah punya kepentingan bahwa ingin kondisi ekonomi stabil, kesejahteraan buruh juga stabil karena ini terkait dengan Indeks Pembangunan Manusia,” tutupnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here