Depok Waspada Teroris

184
Mohammad Idris

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Walikota Depok, Mohammad Idris telah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya teror di Kota Depok. Bahkan, dirinya telah memetakan beberapa wilayah kecamatan yang dinilai rawan menjadi tempat bermukimnya teroris.

“Pak Kapolres beserta jajarannya telah mengajak kami untuk deklarasi penolakkan terhadap terorisme bekerjasama dengan Kodim dan Forkopimda. Dalam waktu dekat akan ada deklarasi ini. Perlu diingat, kewaspadaan harus tetap dikedepankan, karena teroris bisa ada di mana saja, gerakkan mereka harus dibatasi,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, Senin (14/5).

Selain itu, sambungnya, saat ini tengah dibuat draft surat edaran yang nantinya ditujukan untuk lurah, RT, RW dan LPM yang harus melakukan tindakkan kewaspadaan. Hal tersebut merupakan bentuk kewaspadaan pemerintah kota untuk mencegah aksi teror di Kota Depok.

Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian, Kodim dan Forkopimda terkait titik-titik rawan yang ada di Depok.

“Ada tiga sampai empat kecamatan, jadi fokus kami khususnya di perbatasan. Selain itu daerah-daerah yang padat penduduk dan karakter masyarakat yang perlu mendapat perhatian. Kami akan umumkan setelah nanti dikonfirmasi,” paparnya.

Dikatakannya, aksi terorisme yang terjadi di wilayah Surabaya memberikan evaluasi bagi aparat dari sisi yang selama ini mungkin terlena dengan suasana yang telah lama kurang diperhatikan, sehingga ini menjadi bahan pertimbangan untuk melakukan hal-hal yang belum dilakukan terkait masalah pemberantasan terorisme di negara ini.

“Ini jadi sebuah pelajaran, kalau kecaman siapapun manusia berhati nurani pasti mengecam itu. Namun yang ingin kami garis bawahi jangan sampai yang awalnya damai dan rukun terlena dengan ketidakwaspadaan,” terangnya.

Idris juga mengimbau kepada masyarakat agar di bulan ramadhan esok jangan diciderai dengan tindakkan-tindakkan kekerasan.

Ia juga meminta kepada masyarakat agar tidak panik dan tetap tenang serta mengedepankan koordinasi dengan aparat keamanan.

“Laporkan ketika ada kecurigaan-kecurigaan di masyarakat, khususnya bagi pendatang baru harus tetap didata dan ditanya. Jangan sungkan dan uwuh pakewuh, misalnya mereka datang dengan berpakaian rapih menggunakan jas dan membawa koper, penampilan hebat sehingga membuat masyarakat takut atau nanti Pak RT nya sungkan, jangan seperti itu,” ungkapnya.

Para lurah, RT, RW dan LPM dikatakannya merupakan tokoh masyarakat dan informan leader yang harus memainkan perannya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here