Aksi Napiter Dinilai Keji

164
Wiranto

Cimanggis | jurnaldepok.id
Menko Polhukam Wiranto yang juga hadir dalam upaya pembebasan sandera yang dilakukan narapidana teroris (napiter) di Mako Brimob menyatakan jika terorisme musuh dunia.
Pemerintah secara tegas tidak takut terhadap aksi teroris yang terjadi.

“Kali ini ada aksi teror di dalam tahanan. Yang melakukan adalah para tahanan teroris, bukan nya mereka sadar akan perbuatannya tapi justeru mereka melakukan satu aksi keji. Yakni menyandera, menyita senjata bahkan membunuh anggota polisi dengan cara yang sadis,” katanya di Mako Brimob, Kamis (10/5).

Ia menjelaskan sesuai dengan sikap pemerintah maka presiden RI, Joko Widodo menyampaikan dalam menghadapi teroris harus tegas.

“Melalui rapat koordinasi maka kami lakukan serbuan untuk melucuti, melumpuhkan di lokasi tapi sesuai dengan standar operasi. Sebelumnya aparat memberikan ultimatum bahwa kita akan lakukan serbuan, menyerahkan diri atau melakukan serbuan dan tentu kami beri batas waktu. Maka sebelum fajar mereka menyerahkan diri tanpa syarat, keluar satu persatu,” jelasnya.

Dirinya menambahkan dari total 155 napiter, 145 keluar dan serahkan diri tanpa syarat berikut dengan senjata yang dirampas.

“Bagi yang tak menyerahkan maka kita serbu. Kita nyalakan bom, geranat asap, tembakan dan lakukan penyisiran. Ternyata 10 menyerahkan diri. Dalam penyerbuan ini tidak ada korban jiwa, ” tambahnya.

Atas peristiwa tersebut dirinya mengajak kepada masyarakat berdoa agar petugas kepolisian yang gugur dalam menjalankan tugas, amal ibadahnya diterima Allah SWT.

“Semoga menjadi syuhada. Mari kita lanjutkan melawan aksi terorisme yang masih ada di Indonesia,” tuturnya.

Menurutnya kejadian tersebut menjadi satu pelajaran bahwa bangsa Indonesia sama sekali tidak boleh lengah menghadapi aksi terorisme.

“Apalagi kita akan hadapi tahun-tahun demokrasi kritis yaitu Pemilukada. Tahun ini juga kita menghadapi event penting dunia. Ini butuh stabilitas dan keamanan yang kuat. Bangsa Indonesia nggak boleh lengah dan harus siap siaga,” tutupnya.

Sementara itu Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen M Iqbal mengatakan saat ini tim penyidik masih terus melakukan olah tempat kejadian perkara di beberapa blok ruang tahanan untuk menemukan alat bukti.

“Penyidik mencari alat bukti, ada beberapa barang senjata baik senjata api maupun kaca yang merupakan alat kejahatan yang dilakukan napiter. Barang dicari dan disterilisasi. Ada senjata laras panjang dan pendek perlu penanganan khusus. Olah kejadian perkara dan sterilisasi masih terus dilakukan,” terangnya.

Dirinya menambahkan terkait kondisi Bripda Iwan Sarjana yang disandera para tahanan teroris, sampai saat ini masih menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati.

“Keadaannya masih dalam perawatan, ia mengalami luka-luka lebam di sekujur tubuh dan yang bersangkutan menjadi penting bagi penyidik untuk mengungkap pelaku kericuhan di dalam ruang tahanan,” tambah Iqbal.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengumumkan bahwa anak dari satu anggota yang gugur yakni
Ipda Yudi Rospuji telah lahir ke dunia.

“Alhamdulillah ada kabar bahagia sekaligus terharu, yakni putra almarhum sudah lahir. Istrinya melahirkan di RS Kramat Jati tempat ayahnya disemayamkan. Semoga kelak dia akan menjadi penerus ayahnya. Dia juga anak saya, anak Polri,” ujarnya.

Lahirnya putra yang belum diberi nama ini sontak membuat haru sekaligus bahagia, karena jagoan kecil alm. Ipda Yudi ini harus lahir tanpa seorang Ayah yang gugur dalam perjuangan membela bangsa negaranya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here