155 Napiter Dipindah

145
Anggota polisi saat berjaga di depan Mako Brimob

Cimanggis | jurnaldepok.id
Kericuhan pecah antara narapidana teroris (napiter) dengan sipir Anggota Brimob Kelapa Dua di dalam rutan titipan Salemba yang berada di Komplek Mako Brimob pada Selasa malam (8/5). Kerusuhan yang berawal dari masalah makanan berubah menjadi bencana mencekam. Lima anggota polisi Brimob, satu napiter tewas akibat bentrokan yang terjadi.

Wakapolri Komjen Pol Syafruddin menjelaskan peristiwa terjadi di tiga blok yakni blok A,B, dan C. Napiter yang mengamuk memecahkan kaca dan menjebol tembok tahanan. Kemudian mereka merampas senjata dari para sipir yang menjaga. Tak hanya itu mereka menyandera 9 orang polisi, lima diantaranya tewas dianiaya dan empat berhasil diselamatkan termasuk satu polisi yang disandera lebih dari 36 jam bernama Bripka Iwan Sarjana.

“Perlu kami sampaikan selama lebih dari 36 jam operasi penyanderaan dilakukan oleh para napiter yang berjumlah 155 orang. Satu sandera berhasil diselamatkan tepat pukul 02.00 Kamis (10/5) atas nama Brigadir Iwan Sarjana setelah dilakukan upaya penanganan kepada napiter. Pukul 07.15 WIB, operasi dinyatakan ditutup karena napiter menyerahkan diri dan Mako berhasil kami kuasai, ” ujarnya di hadapan wartawan, Kamis (10/5).

Ia memaparkan jika selama napiter melakukan penyanderaan, mereka melakukan aktivitas di dalam. Salah satunya merakit bom. Bahan yang didapat diduga diperoleh dari gudang bahan sitaan yang letaknya tidak jauh dari blok A.

“Mereka merampas senjata yang ada di gudang baik senjata laras panjang maupun laras pendek. Itulah sebabnya kami melakukan sterilisasi lokasi karena senjata laras panjang mampu menembak hingga jarak 800 meter dan itu membahayakan warga serta awak media,” paparnya.

Dirinya menjelaskan sebelum operasi penyanderaan dinyatakan ditutup, pihak Polri berupaya agar seluruh napiter mau menyerahkan diri. Tercatat dari 155 tahanan, 145 menyerahkan diri tanpa syarat beserta 30 senjata yang disita namun 10 orang bertahan.

“Tidak ada yang namanya negoisasi, yang ada penanggulangan. Kalau Anda dengar bunyi ledakan sebanyak tiga hingga empat kali pada Kamis pagi tadi, itu salah satu cara kami memberikan ultimatum kepada mereka. Terbukti yang bertahan akhirnya menyerahkan diri,” jelas Wakapolri.

Ia menuturkan usai menyerahkan diri, para napiter dibawa terlebih dahulu ke ruang isolasi untuk selanjutnya dipindahkan ke Lapas Nusa Kambangan, Cilacap Jawa Tengah. “Semua napiter dibawa ke Nusa Kambangan, tanpa terkecuali. Sedangkan tahanan lain termasuk Pak Ahok dalam keadaan baik-baik saja,” tuturnya.

Selaku pimpinan Polri dirinya meminta maaf kepada bangsa Indonesia dan dunia atas peristiwa yang terjadi. “Atas nama pimpinan Polri , komando kepada seluruh rakyat Indonesia karena terganggu dan menjadi pusat perhatian dunia, Polri meminta maaf walaupun kami jadi korban, lima anggota gugur dalam peristiwa ini,” ucapnya.

Atas jasa dan pengabdiannya, kelima anggota Densus 88 yang gugur tersebut mendapat kenaikan pangkat luar biasa dari Polri. Mereka yang gugur antara lain
Bripda Syukron Fadhli, Ipda Yudi Rospuji, Briptu Fandy, Bripka Denny dan Bripda Wahyu Catur Pamung. Umumnya para anggota polisi tewas dengan luka bacok di sekitar leher, satu ditembak dan lainnya luka disekujur tubuh. Kelimanya telah dimakamkan di daerah asal masing-masing dengan upacara militer.nNur Komalasari

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here