Pemkot Pastikan Stok Pangan Aman

112
ilustrasi

Margonda | jurnaldepok.id
Jelang bulan Ramadhan yang tinggal menghitung hari, Pemerintah Kota Depok memastikan jika stok persediaan pangan aman. Hal tersebut diungkapkan Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna.

“Insya Allah stok pangan aman. Dinas terkait juga selalu mengecek harga pangan di pasar dan memang belum ada gejolak harga yang kenaikannya signifikan,” ujarnya kemarin.

Meski demikian dirinya tidak menampik ada beberapa komoditas yang harganya sudah mengalami kenaikan. Namun hal tersebut menurutnya masih stabil.

“Ada yang sudah mulai merangkak naik seperti bawang dan cabai. Kita coba antisipasi itu supaya kenaikanya tidak terlalu signifikan,” tambahnya.

Nantinya, lanjut Pradi, juga akan diselenggarakan operasi pasar yang dilakukan Pemerintah Pusat bekerjasama dengan Pemerintah Kota.

“Saya dengar dari Pemerintah Pusat akan dilakukan operasi pasar serta juga akan ada satgas pasar yang turun langsung ke pasar memantau harga-harga,”jelasnya.

Dirinya memaparkan hal ter penting adalah kebutuhan pangan tersebut nantinya pada saat jelang Ramadhan dan ketika Ramadhan mudah didapat.

“Menurut saya kalau hanya sidak ke pasar, datang-datang saja tanpa adanya perubahan yang berarti buat saya itu tidak terlalu penting. Yang penting adalah bagaimana konsumen mendapatkan kebutuhan komoditas dengan mudah,” papar Pradi.

Tak hanya itu pasokan kebutuhan gas diharapkan nantinya juga akan stabil. “Jika ada kekosongan gas, saya harap warga maupun camat segera lapor, agar ketersediaan gas terpenuhi. Jangan sampai terjadi kekosongan,” tutupnya.

Salah satu warga yakni Siti (45) mengungkapkan jika jelang Ramadhan kebutuhan pangan mulai merangkak naik. Warga Cimanggis itu mengatakan jika harga daging ayam sekarang sudah mahal.

“Sebenarnya naik nya sudah lama ya, bukan hanya jelang puasa saja. Saya harap sih nggak naik lagi. Tapi memang biasanya dari tahun ke tahun, kalau mau puasa ya naik. Semoga naiknya nggak tinggi lagi. Pemerintah juga diharapkan nantinya gelar operasi pasar, tapi sosialisasi nya juga harus gencar agar masyarakat tahu,” tandasnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here