Penculik Bayi Ingin Punya Anak

160
Penculik bayi berupa barang bukti yang digunakan pelaku dikumpulkan di Mapolresta Kota Depok

Margonda | jurnaldepok.id
Polresta Depok menetapkan satu pelaku penculikan bayi berusia 25 berinisial JM (41). Untuk sementara motif pelaku adalah ingin memiliki bayi lantaran keinginan mempunyai anak dari suami keduanya belum terwujud. Dengan gelap mata, JM yang memanfaatkan kelengahan korban Marliani menculik bayi Aditya dan dibawa kabur ke rumah suami keduanya yang berlokasi di Sukmajaya.

“Pada hari Jumat (27/4) pelaku menculik bayi Aditya yang berlokasi di Kampung Cikumpa, RT 06 RW 02, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Ketika itu pelaku memanfaatkan kelengahan orangtua bayi, saat korban belanja ke warung. Saat itu anak bayi tersebut ditinggalkan dirumah bersama anak pertama korban. Melihat pintu terbuka, pelaku langsung bawa kabur bayi,” ujar Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto kepada wartawan, Selasa (1/5).

Ia menjelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku memiliki dua orang suaminya. Dari hasil pernikahan dengan suami pertama nya dirinya memiliki tiga orang anak. Sedangkan suami sirih nya yang kedua tidak memperoleh anak.

“Dia ingin punya anak dari suami keduanya. Ada niatan mengadopsi tapi belum dapat. Setelah menculik bayi, pelaku membawanya ke rumah suami kedua. Di hadapan suami keduanya itu pelaku mengaku anak tersebut adalah anak keluarganya dan ia disuruh merawatnya. Suaminya nggak mau karena bukan anak kandung atau resmi mereka adopsi,” paparnya.

Mendapat penolakan dari suaminya, lanjut Kapolres, JM langsung membawa bayi tersebut ke rumah tetangga nya. “Dia bawa bayi Aditya ke rumah tetangga nya tempat dia ngontrak dulu yang berinisial US. Pelaku mengatakan kepada US kalau itu anaknya dan meminta US merawat karena dirinya sibuk bekerja dan nggak sempat merawat, namun US menolak nya,” jelas Didik.

Dikatakan Kapolres, dalam kesehariannya, pelaku merupakan pekerja rumah tangga. Pelaku pun selama ini menyembunyikan status pernikahan kepada kedua suaminya.

“Kami masih terus melakukan pendalaman apakah pelaku pernah melakukan kejahatan lain. Namun yang pasti saat ini pelaku adalah tunggal dan tidak terkoneksi dengan jaringan lain misalnya perdagangan anak,” ungkapnya.

Kapolres menambahkan jika pelaku sempat mencukur rambut bayi agar tidak dikenali. Selain itu sebelum beraksi pelaku sempat melakukan pemantauan karena rumah pelaku dan korban itu berdekatan.

“Antara rumah pelaku dan korban hampir berhadapan. Tentunya pelaku sudah memantau dan dia tahu tetangga nya itu punya bayi. Keinginan awalnya memang ingin adopsi anak tapi karena belum dapat dia nekat menculik. Hubungan antara pelaku dan korban tidak pernah punya masalah,” ucapnya.

Atas perbuatan nya pelaku dikenakan 330 KUHP alternatifkan ke pasal 83 junto pasal 76 huruf f UU No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman bisa mencapai 15 tahun.

Sementara itu pelaku JM mengaku menyesal sudah menculik bayi Aditya. Ia mengatakan jika pernikahan dengan suami keduanya berlangsung sejak Oktober 2017, namun belum juga dikarunia anak.

“Saya sempat hamil tapi keguguran, ingin punya anak dari suami kedua karena suami saya yang ini orangnya penyayang. Saya seperti kemasukan setan, tiba-tiba aja ingin bawa anak itu nggak mikir akibatnya. Saya menyesal,” katanya sambil menangis.

Dirinya menuturkan bahwa ia hanya ingin merawat anak tersebut. JM pun mengaku tidak pernah punya masalah dengan korban.

“Saya nggak pernah ada masalah dengan korban, dia juga baru pindah kesitu. Saya nggak begitu kenal, nggak pernah ngobrol. Saya menyesal sekali dan jadi ingat anak saya. Dihukum mati juga saya terima, saya pasrah,” tandasnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here