Meiyadi Dijegal Siapa?

329
Anggota Komite Banding PSSI Kota Depok, Dedi Juansyah bersama rekannya ketika menunjukkan surat penghentian sanksi terhadap Meiyadi Rakasiwi

Margonda | jurnaldepok.id
Mantan asisten pelatih Persikad, Mayadi Rakasiwi diduga dijegal untuk maju dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Asosiasi Kota (Askot) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Depok. Hal itu mencuat setelah dirinya dianggap belum lepas dari sanksi yang diberlakukan terhadap dirinya.

“Kalau bicara sanksi dan denda admistrasi Mayadi Rakasiwi itu telah selesai. Ia sudah menjalani sanksi dan membayar denda admistrasi Rp 100 juta pada (18/3/2018). Sanksinya pun saat itu ia hanya tidak boleh mendampingi tim di bans dan kamar ganti,” ujar Dedi Juansyah, Anggota Komite Banding PSSI Kota Depok, Selasa (1/5).

Ia menambahkan, bahwa pihaknya sudah beberapa kali melakukan sidang namun hingga saat ini masih mengalami kebuntuan, hingga akhirnya Asprov pun turun tangan. Dari hasil itu, Asprov merekomendasikan untuk menambah satu anggota banding karena yang ada saat ini jumlahnya empat orang dan harus bersifat ganjil.

“Perlu diketahui, masa berakhirnya snksi Mayadi Rakasiwi itu telah selesai dan ditandatangani langsung oleh Sekjen PSSI pusat. Apabila hukuman sudah selesai namun denda admistrasi belum dibayarkan, masa hukuman tetap berlaku. Tapi ketika admistrasi telah dibayarkan otomatis hukuman itu gugur,” paparnya.

Dikatakannya, bahwa dirinya tidak terlalu dekat dengan Mayadi dan walikota-wakil walikota saat ini.

“Jadi ada bahasa yang bilang ini sudah ditunggai penguasa, penguasa itu siapa sih?. Di Depok itu bukan hanya walikota, tapi juga ada wakil walikota. Kalau secara admistrasi Mayadi sudah memenuhi persyaratan. Namun yang tidak dipenuhi oleh panitia KLB adalah mengundang 51 voter untuk menambah satu komite banding,” katanya.

Sementara itu ketika dikonfirmasi Mayadi mengatakan, dari awal dirinya diminta untuk maju calon ketua bukan pribadi dirinya yang meminta kepada klub, namun dirinya diminta oleh klub untuk maju.

Hal itu didasari oleh semangat teman-teman klub untuk mewujudkan sepak bola yang terorganisir dengan baik.

“Dengan itu saya nyatakan bersedia untuk maju. Namun dalam perjalanan ada hal-hal yang mengganjal, dimana saya dinyatakan tidak bisa maju karena sanksi. Namun itu semua sesungguhnya sudah kami selesaikan,” ungkapnya.

Dijelaskannya, berakhirnya sanksi bagi dirinya diperkuat dengan keluarnya surat pernyataan dari PSSI Pusat dan Asprov Jabar.

“Saya akan terus maju, karena ini semangat teman-teman untuk memajukan sepak bola di Kota Depok. Kami akan lakukan perbaikan-perbaikan ke depan,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here