Lagi Beli Nasgor, Syaifullah Ditusuk

109
ilustrasi

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Seorang warga bernama‎ Syaifullah Abdurahman Efendy mengalami luka-luka lantaran ditusuk orang tak dikenal ‎pada Selasa (24/4) dinihari. Korban ditusuk tiga orang saat melintas di‎ Jalan Dewi Sartika Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas.

Ketika itu korban sedang membeli nasi goring (Nasgor). Lantas, datang tiga orang dengan menggunakan satu unit motor honda beat warna Pink. Salah satu dari ketiga pelaku mendekat dan menodongkan clurit. Pelaku meminta telepon genggam dan motor korban yang saat itu diparkir di bahu jalan Dewi Sartika.

Korban bertahan mempertahankan hartanya. Namun pelaku menyabetkan senjata kearah dada kiri atas dan setelah itu pelaku merebut dompet korban. ‎Kemudian pelaku kembali menyabetkan senjata tajam satu kali ke arah perut kiri bawah korban hingga terkapar.

Korban kemudian menyerah dan memberikan uang Rp 50.000 kepada pelaku. Warga pun berdatangan dan para pelaku melarikan diri ke arah Jalan Margonda. Korban dibantu warga dilarikan ke Rumah Sakit Bakti Yudha dan dirujuk ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta.

Korban mengalami bacok di dada kiri atas tiga jahitan, dan luka bacok di perut kiri bawah empat jahitan. Saat ini korban masih dalam keadaan sadar dan dirawat di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta untuk penanganan lebih lanjut.

Ajeng, tetangga korban membenarkan kalau korban bermukim di di RT 06/01 Kemiri Jaya, Kelurahan Beji. Korban mengaku tidak mengenal para pelaku yang melakukan perampasan dan membacok dirinya.

“Kami tanya kepada korban, apakah mengenal wajah para pelaku, dijawab tidak tahu,” katanya.

Aksinya sempat terekam kamera CCTV di salah satu ruko. Dalam video terlihat bagaimana salah satu dari tiga pelaku dengan sadis membacok korban yang sedang beli nasi goreng. Kejadian terjadi pada Selasa (24/4) pukul 01.02 WIB. Pelaku yang berjumlah tiga orang menggunakan satu motor. Satu dari tiga pelaku turun dari motor dan langsung merampas ponsel korban.

Korban sempat melawan dengan tidak memberikan ponsel yang dipegangnya. Namun pelaku menghujamkan celurit ke dada kiri. Setelah itu korban memberikan uang Rp 50.000 pada pelaku namun pelaku tetap membacoknya lagi.

“Video yang beredar benar terjadi di Pancoran Mas, Depok. Korban mengalami luka di dada dan perut,” kata Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Bintoro.

Pelaku yang mengancam dan membawa senjata tajam membuat orang yang ada di sekitarnya ketakutan. Saksi yang ada ketakutan sehingga tidak bisa menolong korban.

“Tukang nasi goreng di lokasi merasa takut karena pelakunya bawa senjata tajam,” paparnya.

Pelaku juga melakukan aksi yang sama di tempat lain. Tempat pertama aksi adalah di Jalan Dewi Sartika, Pancoran Mas. Sedangkan aksi kedua dilakukan di wilayah hukum Beji.

“Disana (Beji) dua orang dengan membawa dua senjata tajam jenis celurit. Selanjutnya yang bersangkutan meminta hape,” ungkapnya.

Mereka beraksi di malam dan waktu yang sama. Aksi itu diduga dilakukan tidak lama setelah beraksi di lokasi pertama.

“Iya diduga di malam yang sama di waktu yang sama mereka melakukan kedua tempat berbeda karena dari hasil keterangan korban menyebutkan bahwa cirinya sama,” terangnya.

Keterangan yang didapat dari korban serta kecocokan CCTV benar pelaku beraksi di tempat lain. “Dikenali dari baju dan helm yang digunakan juga CCTV yang ada,” pungkasnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here