Awasi Pengadaan Logistik Pilgub

163
Yayat Hidayat

Margonda | jurnaldepok.id
Ketua KPU Jawa Barat, Yayat Hidayat mengatakan pengadaan logistik pemilu, baik pilgub 2018 maupun pemilu 2019, perlu perhatian khusus karena terkait kelancaran proses pemungutan dan penghitungan suara.

“Apalagi pilgub akan berlangsung sekitar 79 hari lagi, dan itu bukan waktu yang lama, sehingga perlu memanfaatkan waktu secara maksimal,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan proses perencanaan dinilai sangat penting dalam proses pengadaan logistik.

“Perencanaan dan persiapan harus terus diperbaiki, terutama untuk meminimalkan kekeliruan,” jelasnya.

Terkait e-procurement dan e-tendering, Yayat menyebutkan keduanya memiliki kelebihan ,antara lain proses sederhana. Program ini mampu mengalihkan tenagan serta pikiran ke pekerjaan lain.

“Kita bisa fokus pada persiapan tahapan lainnya atau juga bisa menghindari fitnah,” tambahnya.

Dirinya mengingatkan beberapa hal yang perlu diwaspadai dalam pengadaan logisitik seperti keterlambatan proses pengadaan dan distribusi sehingga perlu koordinasi yang intensif antar pihak terkait.

Sementara itu Komisioner Divisi Hukum dan Logistik, Agus Rustandi berharap jajaran logistik bersiap maraton karena tahapan-tahapan lain sudah berjalan.

“Namun perlu saya ingatkan agar proses pengadaan sesuai dengan prosedur dan kaidah yang berlaku agar menunjang akuntabilitas dan transparansi,” katanya.

Ia juga berharap jajaran KPU kabupaten dan kota memperhatikan empat hal penting sebelum proses pengadaan, yakni identifikasi jenis dan jumlah kebutuhan logistik, identifikasi badan penyelenggara, identifikasi peserta, dan identifikasi jumlah pemilih.

“Jajaran penyelenggara pemilu di Jawa Barat untuk mempersiapkan perubahan RKB (Rencana Kebutuhan Biaya), mempersiapkan jadwal logistik agar tidak terlambat, dan penyusunan alokasi kebutuhan yang akurat,” tutupnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here