100 Bangunan Bakal Dibongkar

292
Yayan Arianto

Margonda | jurnaldepok.id
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, H Yayan Arianto telah melakukan inventarisasi terhadap 100 bangunan tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang akan dibongkar di tahun ini.

“Jumlahnya 100 bangunan yang tersebar di 11 kecamatan, bangunan itu tidak memiliki IMB. Target kami 100 dahulu, tapi kalau anggarannya ditambah maka kami tambah lagi jumlah yang dibongkar,” ujar Yayan kepada Jurnal Depok, kemarin.

Ia mencontohkan, salah satu bangunan yakni Sevila menjadi target pembongkaran karena tidak memiliki IMB. Pihaknya telah melayangkan teguran dan akan menyegel serta eksekusi berupa pembongkaran dalam waktu dekat ini.

Ia juga menjelaskan, bahwa anggaran untuk membongkar 100 bangunan tanpa IMB sangatlah besar. Di mana, pihaknya harus menyewa alat berat seperti halnya crane dan dozer.

“Tentu kami tidak bisa bergerak tanpa adanya anggaran, karena untuk gedung bertingkat kami perlu sewa crane,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan pendataan terhadap beberapa perumahan yang tidak memiliki IMB seperti halnya di wilayah Reni Jaya, Bojongsari.

“Kami usulkan Rp 100 miliar untuk membongkar 100 bangunan dengan rincian untuk satu bangunan Rp 1 juta. Itu bukan tenaga saja, akan tetapi untuk sewa alat juga,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, hingga saat ini pihaknya mencatat cukup banyak bangunan yang tidak memiliki IMB. Namun begitu, sambungnya, sebelum melakukan pembongkaran pihaknya telah melakukan prosedur seperti SP1, 2, 3 hingga pada akhirnya eksekusi.

Dikatakannya, saat ini Satpol PP memiliki peran untuk melakukan pengawasan di semua dinas, terutama bagi mereka yang melanggar perda.

“100 bangunan ini sudah ada yang SP3 dan ada pula yang belum, namun target kami itu bisa dibongkar. Tugas Satpol PP menggiring untuk mereka mengurus izin, itu untuk peningkatan PAD, yang jelas setiap bangunan harus memiliki IMB,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here