Puluhan WNA Dirazia

155
Walikota Depok bersama Timpora Kantor Imigrasi, Satpol PP, Polri dan TNI saat melakukan razia warga negara asing di beberapa apartemen di wilayah Depok

Margonda | jurnaldepok.id
Petugas gabungan dari Imigrasi, TNI, Polri, BNN dan Pemkot Depok menggelar razia di kawasan Margonda. Sasarannya adalah apartemen yang dihuni orang asing.

Razia gabungan tersebut menyasar Warga Negara Asing (WNA) yang memiliki masalah perizinan di Indonesia. Salah satu kamar yang dicurigai adalah no 103 di tower D Margonda Residence I. Pasalnya kamar itu diduga disalahgunakan oleh WNA Nigeria.

Kamar tersebut dibongkar paksa karena pemiliknya tidak kooperatif. Diduga penghuninya kabur lewat jendela. ‎

“Ada WNA Nigeria kami menduga ada didalam tapi setelah digeledah WNA itu melariakan diri,” ujar Kasie Wasdakim Imigrasi Depok, Martin kemarin.

Ia menjelaskan setelah kamar diperiksa ternyata didapat serbuk putih di dalam dapur. Temuan itu langsung di serahkan ke BNNK Depok untuk ditindaklanjuti.

“Sudah diperiksa semua sudut dan ada temuan serbuk putih di dapur. Sudah serahkan ke pihak BNN untuk diperiksa di laboraturium,” jelasnya.

Dari hasil razia‎ didapat puluhan orang yang dijaring. Kemudian mereka didata dan dimintai keterangan. Dari 38 WNA yang sempat terjaring razia, lima diantaranya diamankan dari dua Apartemen yakni Margonda Residence dan Lotus Residence.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Depok, Dadan Gunawan mengatakan razia dilakukan menciptakan untuk keamanan terutama dari sisi keimigrasian. Dalam operasi tersebut melibatkan instansi terkait diantaranya Kepolisian, TNI, Satpol PP dan BNNK Depok.

‎ “Sebanyak 38 WNA dilakukan pemeriksaan pada operasi terpadu gabungan. Kami lakukan pemeriksaan di dua tempat, Apartemen Margonda Residence dan Lotus Residence,” tambahnya.

Dirinya mengungkapkan dari 38 WNA yang terdata pihaknya mengamankan lima orang WNA. Terdiri dari empat berkebangsaan Afganistan dan 1 berkebangsaan Korea Selatan.

“Sebanyak empat orang Afganistan ini merupakan pengungsi. Dua orang memiliki kartu UNHCR dan yang dua lagi memiliki kartu UNHCR tapi habis masa berlakunya dan tidak melaporkan. Sedangkan orang korea menyalahgunakan izin tinggal,” tuturnya.

Dadan menuturkan, selain 5 orang WNA tersebut, kantor imigrasi II Depok juga mengamankan dua dokumen WNA, diantaranya 1 dokumen milik warga negara Tanzania dan 1 milik warga negara Korea Selatan. “Terkait dua dokumen warga negara asing yang kita amankan dari Margonda Residence, guna pemeriksaan lebih lanjut tentang keberadaan dan kegiatannya di Indonesia,” katanya.

Bagi WNA yang diamankan sementara waktu akan ditempatkan ke ruang detensi kantor imigrasi Depok. “Sementara untuk 1 orang WNAberkebangsaan Korea Selatan yang melakukan penyalahgunaan izin tinggal, dapat dikenakan tindakan administratif keimigrasian berupa pendeportasian dari wilayah Indonesia dan penangkalan,” ujarnya.

Selanjutnya jika ditemukan dua alat bukti yang cukup, WNA Korea tersebut dapat dilakukan penyidikan tindak pidana keimigrasian, sebagaimana dimaksud Pasal 22 Huruf (a) UU No.6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian.

“Dapat dikenakan pidana penjara paling lama 5 tahun dan pidana denda paling banyak Rp500 juta karena dengan sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian izin tinggal yang diberikan padanya,” pungkasnya.nNur Komalasari

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here