HTA: ERP Harus Dilihat Kesiapannya

142
Hendrik Tangke Allo

Margonda | jurnaldepok.id
Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo mengatakan hingga saat‎ ini belum mendapat informasi resmi terkait wacana jalan berbayar yang dilontarkan Pemprov Jabar. Pemprov berencana menerapkan jalan berbayar atau Electronic Road Pricing (ERP) di Jalan Margonda. Menurutnya, program itu bukan ide yang ngawur.

“Harus diperhatikan dulu kesiapannya. Itu boleh saja dan rencana bagus tapi harus dipikirkan solusi lainnya bagaimana,” ujarnya kemarin.‎

Menurutnya yang harus disiapkan adalah soal alternatif jalan lain untuk pengguna non berbayar. Jika jalur Margonda dibuat pemisahan antara berbayar dan non bayar maka akan sangat mustahil.

“Sudah ada jalur alternatifnya belum? Kemudian dilihat juga kajiannya?,” tambahnya.

Dirinya menjelaskan ERP di Margonda hanya akan membuat kemacetan baru di titik lain. Karena pengendara lain akan mencari alternatif jalan yang tidak berbayar.

“Sama saja hanya memindahkan kemacetan saja. Margonda bisa jadi tidak macet, tapi bisa menimbulkan kemacetan di titik lain,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Depok, Sri Utami mengatakan kajian terhadap Jalan Margonda mutlak dilakukan sebelum penerapan ERP. Menurutnya, ‎secara umum kondisi Margonda saat ini memang sering mengalami kemacetan panjang terutama di jam-jam sibuk.

“‎Keterlambatan pembangunan infrastruktur transport publik yang nyaman, aman, terintegrasi dan terjangkau kita saksikan dampaknya saat ini,” katanya.

Dirinya menuturkan hal tersebut diiringi kemudahan kepemilikan kendaraan pribadi serta maraknya transportasi online. Jadi pendekatan penyelesaiannya harus terintegrasi‎.

“Pelebaran jalan bisa jadi opsi tapi tidak boleh mengorbankan jalur hijau di tengah. Karena itu jalur supply oksigen dan penyerapan polusi yang intensitasnya cukup pekat pada jam- jam padat,” paparnya.

Solusi sementara lain adalah dengan membongkar separator jalur lambat dan cepat. Tujuannya kata dia agar kapasitas jalan bisa sedikit lebih lebar.

“Jika feasibitasnya baik ERP bisa saja diterapkan tapi tujuannya bukan untuk peningkatan PAD tetapi untuk mengalihkan preferensi masyarakat pada jam sibuk dan agar lebih merata penyebarannya di jam-jam lain,” tutupnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here