Pedagang Kemiri Muka Melawan

156
Pedagang Pasar Kemiri Muka saat menggelar pertemuan beberapa waktu lalu

Beji | jurnaldepok.id
Perkumpulan pedagang Kemiri Muka menyatakan siap melawan baik hukum dan fisik jika Pengadilan Negeri Depok terus melakukan eksekusi terhadap lahan dan bangunan yang ada di Pasar Kemiri Muka.

“Kami akan terus melakukan perlawanan dan sudah siap secara fisik dan hukum. Kami dengan terpaksa jika terus dilakukan eksekusi akan siap lawan,” ujar Koordinator Perkumpulan Pedagang Pasar Kemiri, Karno Sumarno.

Ia menambahkan pasar Kemiri Muka merupakan aset pemerintah Kota Depok dan sumber ekonomi utama bagi para pedagang. Oleh karena itu rencana eksekusi yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri Kota Depok harus segera dihentikan.

“Pihak PT Petamburan tak mau kompromi atau melakukan penundaan eksekusi. Kami akan terus berupaya untuk menolak karena ini berkaitan dengan kelangsungan hidup para pedagang,” paparnya.

Sementara itu kuasa hukum pedagang, Leo Prihardiansyah merasa aneh terkait langkah yang dilakukan PT Petamburan yang melakukan gugatan pertama.

“Koperasi Bina Karya ini merupakan perpanjangan tangan dari PT Petamburan dan tahun 1999 juga menghilang. Jadi pada saat itu ketika pedagang mau bayar retribusi, ternyata hilang dan tidak tahu kemana,” jelasnya.

Ia menambahkan PT Petamburan tiba-tiba muncul setelah mengajukan gugatan pada 20 April 2009 di PN Bogor.

“Kalahlah kalahlah pedagang sampai peninjau kembali dan ingin melakukan eksekusi padahal pedagang sudah sah membayar,” tambahnya.

Dirinya menjelaskan pedagang merupakan korban dari permainan elit dan bahkan hak – hak pedagang diabaikan oleh PT Petamburan.

“Istilahnya gajah lawan gajah plando yang mati karena hak-hak pedagang banyak yang diabaikan,” tutupnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here