RSUD Gelar Donor Darah

228

Laporan: Rahmat Tarmuji
Untuk merayakan hari jadi Kota Depok ke-19 dan HUT RSUD Depok ke-10, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok menggelar bakti sosial berupa donor darah.

Aksi kemanusiaan yang diperuntukkan bagi para pegawai RSUD Depok dan pengunjung ini, diharapkan bisa mengumpulkan 100 kantong darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kami targetnya 100 kantong darah, tapi tetap dilihat kondisi pendonor, karena harus diperiksa terlebih dahulu. Semoga mencapai target,” ujar Tri Astuti, Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Depok saat ditemui usai pelaksanaan donor darah di Aula Gedung A RSUD Depok, kemarin.

Ia mengatakan, hasil donor darah yang dikumpulkan hari ini (kemarin,red) tidak seluruhnya diperuntukkan bagi pasien RSUD Depok. Namun, seluruhnya akan diserahkan pada Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok.

“Semua akan masuk menjadi kantong darah yang dikelola PMI Depok, jadi tidak khusus untuk RSUD saja. Namun untuk semua masyarakat yang membutuhkan. Agar bisa menyelamatkan nyawa orang lain,” paparnya.

Sebelumnya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok juga menggelar operasi katarak secara gratis.

Selain itu, kegiatan tersebut juga dalam rangka bakti sosial dari lulusan kedokteran Yarsi dan pemberantasan buta katarak dari Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) Jaya.

“Terimakasih kepada seluruh pihak atas terselenggaranya bakti sosial operasi katarak dan donor darah, ini bentuk kepedulian kami terhadap warga terlebih mereka yang kurang mampu,” ujar Asloe’ah Madjri, Direktur RSUD Kota Depok, kemarin.

Ia menambahkan, kegiatan operasi katarak dan donor darah secara rutin dilakukan setiap tahunnya. Hal itu dilakukan dalam rangkaian HUT RSUD ke 10 yang diperingati setiap 17 April dan HUT Kota Depok ke 19 pada 27 April nanti.

“Mudah-mudahan pasien yang telah dioperasi penglihatannya dapat normal dan sehat kembali. Di momen ini ada 33 pasien yang kami operasi,” paparnya.

Koordinator SPBK Perdami Jaya, Rita Polana mengungkapkan kekeruhan lensa jika operasi dan ganti lensa sesudah operasi akan lebih terang.

“Kami melakukan operasi dengan teknik phaco, harga aslinya Rp 6-10 juta, namun ini gratis. Hanya dibutuhkan waktu sebentar untuk melakukan operasi,” tandasnya.

Dokter spesialis mata RSUD Kota Depok, Lieska Meyrita, memberikan beberapa tips setelah menjalani operasi. Pihaknya juga membuka layanan pemeriksaan secara gratis satu hari pasca operasi dan satu minggu.

“Cara merawat mata pasca operasi seperti menjaga kebersihan luka, tidak mengangkat beban berat, jangan ada batuk, tidak boleh mengucek-ucek mata serta bagi orang yang memiliki diabetes melitus maupun darah tinggi dianjurkan tetap mengkonsumsi obat-obatannya,” ungkapnya.

Digelarnya operasi katarak secara gratis itu tak lain bertujuan untuk memberantas kebutaan yang disebabkan oleh katarak. Diharapkan, pada 2020 mendatang Indonesia bebas dari kebutaan yang disebabkan oleh penyakit katarak. n

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here