Pencarian Senjata Berlanjut

270
Danrem 051Wijayakarta, Kolonel Inf Bobby Rinal Makmun didampingi Dandim 0508 Depok saat menunjukkan jenis senjata yang ditemukan warga Pengasinan, Sawangan

Sawangan | jurnaldepok.id
Pencarian senjata dan amunisi yang diduga sisa zaman perjuangan di lingkungan RT 02/04 Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, terus berlanjut. Selain menggunakan alat berat, pencarian senjata dan amunisi juga menggunakan jasa paranormal hingga mobil pemadam kebakaran.

Komarudin, mantu cucu almarhum pejuang kemerdekaan mengakui, kakeknya adalah seorang pejuang kemerdekaan yang meninggal pada 1993. Semasa almarhum masih hidup dia bercerita telah menanam senjata, amunisi dan granat di kebun belakang rumahnya.

“Senjata yang ditanam diperkirakan tiga pucuk, amunisi dan tiga granat yang ditanam perkiraan tahun 70-an,” ujar Komarudin, kemarin.

Ia menambahkan, dilaporkannya adanya senjata di kebun setelah pohon bambu di kebun ditebang dan dibakar.

“Karena khawatir terkena senjata, amunisi dan granat, akhirnya kami melaporkan ke pihak terkait,” paparnya.

Danrem 051/Wijayakarta, Kolonel Inf Bobby Rinal Makmun mengatakan, pihaknya tidak mau berspekulasi ada berapa jenis senjata dan amunisi yang tertimbun di dalam tanah.

“Penemuan senjata ini diawali dengan Komsos Babinsa yang kemudian mendapatkan informasi tentang adanya amunisi dan senjata yang ditimbun kurang lebih pada tahun 1969 oleh keluarga veteran,” ujar Bobby kepada Jurnal Depok.

Dari hasil informasi itu kemudian ditindaklanjuti oleh Dandim 0508/Depok. Setelah diizinkan dan berkoordinasi dengan keluarga, kemudian pihaknya menggunakan alat berat untuk mencari keberadaan senjata itu.

Hingga kemarin, pihaknya baru menemukan satu pucuk senjata seperti PM Pistol Mitraliur dengan tiga buah magazine.

“Untuk amunisi dan senjata lainnya masih kami cari lagi, kami juga menurunkan tim Jihandak Zipur III untuk menemukan titik lokasi,” katanya.

Dirinya mengapresiasi pihak keluarga yang telah melaporkan penemuan senjata tersebut. Meskipun, kondisinya dalam keadaan rusak. Dirinya tidak menginginkan senjata itu jatuh ke tangan orang lain.

“Artinya masyarakat memberikan kepercayaan kepada aparat untuk mencari dan menemukannya. Kami akan laporkan ke pimpinan untuk selanjutnya diambil langkah-langkah untuk pengamanan dan pemusnahan,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya berencana memberikan penghargaan kepada keluarga dikarenakan telah memberikan informasi yang baik. n Rahmat Tarmuji

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here