Operasional TPA Nambo Molor

280
ist

Bojongsari | jurnaldepok.id
Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan bahwa Kota Depok mendapat jatah 200 ton per hari untuk membuang sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Nambo, Kabupaten Bogor.

“Janji dari provinsi atau kontraktor di sana Depok mendapat jatah 200 ton per hari. Janjinya awal Maret beroperasi, namun sekarang mundur lagi, ada apa nanti kami akan tanyakan,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, kemarin.

Idris memprediksi, molornya operasional TPA yang digadang-gadang modern itu lebih disebabkan kepada operasional baik dari sisi mesin maupun SDM.

“Anggaran kami sudah ada untuk 200 ton itu, baik untuk sopir maupun pengangkutaannya. Memang armada yang di Depok belum memadai, namun kami akan sewa. Sudah ada anggarannya dari APBD,” paparnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Hasbulah Rahmad mengatakan, pihaknya telah melihat langsung TPA Nambo beberapa hari lalu. Namun ia pesimis TPA Nambo dapat digunakan dalam waktu dekat ini dikarenakan masih jauh dari selesai.

Untuk itu, kata dia, antisipasi dengan terpaksa pihaknya perpanjang kontrak lahan tempat pembuangan dan pengolahan akhir sampah (TPPAS) Sarimukti di Kab Bandung Barat.

“Berdasarkan penjelasan pihak Dinas Lingkungan Hidup Jabar, dalam rapat kerja Komisi IV dengan mitra dari Dinas LH dengan agenda pembahasan LKPJ Akhir Massa Jabatan (AMJ) Gubernur periode 2013-2018, pihak Dinas LH mengatakan TPA Regional Nambo sudah ditender dan sudah ada pemenangnya,” tandasnya.

Dari itu, sambungnya, Komisi IV meminta pihak Dinas LH c.q Balai Pengelolaan Sampah Regional (BPSR) untuk meningkatkan koordinasi intensif, termasuk juga meningkatkan pengawasan pembangunan.

“Pembangunan dan pengoperasionalan TPA Regional Nambo dan Legok Nangka masih jauh dari selesai. Kami minta Dinas LH dan BPSR untuk terus menggenjot pembangunan TPA Regional Nambo dan Legok Nangka,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, keberadaan TPA Regional Nambo dibangun untuk mengatasi sampah-sampah regional dari Kota Depok, Kab/Kota Bogor, Kab Cianjur dan Kab/kota Sukabumi.

“Tak bisa dibanyangkan kalau pengoperasionalan TPA Regional Nambo dan Legok Nangka lagi-lagi molor, ada kemungkinan terulang lagi tragedi Leuwigajah dan Bantar Gebang,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here