6 Tewas Belasan Sekarat

279
ilustrasi

Beji | jurnaldepok.id
Lantaran nekat menenggak minuman keras oplosan, empat orang dinyatakan tewas. Mereka adalah Achmad Mujofar warga Jalan Sadaran RT03 RW05 Kelurahan Pondok Cina Kecamatan Beji. Andri warga Jalan Pancoran RT02 RW04 Kelurhan Pondok Cina Kecamatan Beji. Ani warga Jalan Kapuk RT04 RW01 Kelurahan Pondok Cina Kecamatan Beji. Imron warga Jalan Kober RT02 RW05 Kelurhan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Hariyandi warga Jalan Remaja RT 06 RW 06 Kelurahan Mampang Pancoran Mas dan M Sidik warga Jalan Remaja RT 01 RW 01 Mampang Pancoran Mas.

Selain itu, terdapat belasan warga yang dirawat di sejumlah rumah sakit. Antara lain Nana Tulus, warga Jalan Kober RT02 RW05 Kelurahan Pondok Cina Kecamatan Beji. Kemudian Ambon, warga Jalan Sadaran RT03 RW05 Kelurahan Pondok Cina Kecamatan Beji Kota. Roni warga Jalan Mangga RT01 RW05 Kelurahan Pondok Cina Kecamatan Beji. Abdul Rohman warga Jalan Kober Gang Kesadaran RT03 RW05 Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji. Yuddi Bilda warga Jalan Kober Gang Kesadaran RT02 RW05 Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji. Agustia warga Jalan Kober Gang. Kesadaran RT03 RW05, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji. M Fajrul warga Jalan Kober Gang Kesadaran RT02 RW05, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji. Aditya Sanjaya warga Jalan Kober Gang Kesadaran RT02 RW05, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji. Iwan warga Jalan Kober Gang Kesadaran RT02 RW05, Kelurahan Pondok Cina. Raja Walid warga Jalan Kober Gang Kesadaran RT02 RW05, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji. Rizky Irawan warga Jalan Kober Gang Kesadaran RT02 RW05, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji. Brahma warga Jalan Al Furqon RT01 RW05, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji. Kemudian Putra warga Gang Pancoran RT02 RW04, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji. Ajidin warga Gang Kober RT 02 RW05, Kelurhan Pondok Cina, Kecamatan Beji.

Salah satu korban bernama Imron dimakamkan di TPU dekat rumahnya di Jalan Kober RT02 RW05 Kelurhan Pondok Cina, Kecamatan Beji.

Diketahui sebelum tewas korban sempat mengenggak minumas keras bersama teman-temannya. Miras oplosan itu dibeli dari sebuah toko berkedok warung jamu yang ada di Jalan Akses UI, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Imron meregang nyawa pada Selasa (3/4) dinihari.

Mujailani, paman korban mengatakan keluarga tidak ada yang mengetahui kalau keponakannya meregang nyawa setelah menenggak minuman keras.

“Keluarga aja nggak tau, tiba tiba tadi malem temen temennya pada dateng bilang katanya Imron dirawat,” ujarnya kemarin.

Imron langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Namun nyawanya tak tertolong lantaran sudah kritis di ruang ICU.

“Dapat kabar sekitar pukul 03.00 WIB sudah meninggal,” ungkapnya.

Dia awalnya tidak tahu kalau ponakanya itu tewas karena miras oplosan. Dirinya baru tahu setelah mendapat kabar dari polisi.

“Temennya nggak ada yang cerita, katanya tiba tiba kayak gitu, nggak tahu dia minum apa, yang jelas kata berita orang -orang ini oplosan. Oploasan apa? Gak tau saya,” ungkapnya.

Dia juga mendapat informasi kalau ponakannya itu membeli di warung yang memang dikenal menjual miras. Lokasinya warung tak jauh dari fly over Universitas Indonesia. “Kalau toko itu memang semua orang sudah pada tau, bahkan diwilayah sini juga lumayan banyak yang jadi korban karena beli disitu,” jelasnya.

Lokasi warung pun sudah ditutup dan diberi garis polisi. Pemilik warung juga sudah diamankan polisi. Kasusnya sendiri ditangani Kepolisian Jakarta Selatan.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here