HTA Kagumi Rumah Cimanggis

191
HTA (kemeja merah) saat mengunjungi Rumah Cimanggis akhir pekan kemarin

Cimanggis | jurnaldepok.id
Ketua DPRD Depok, Hendrik Tangke Allo (HTA) dibuat takjub dengan kemegahan ornamen klasik Rumah Cimanggis yang berada di Komplek RRI. Menurutnya ornamen dari kayu yang terdapat pada bangunan rumah bahkan pernah ditawar hingga puluhan juta rupiah.

“Saat saya kesana memang bagus, kuat kayunya dan ornamennya sangat antik. Penjaga RRI juga cerita ada yang nawar ornamennya dengan harga fantastis, tapi tidak mereka berikan karena tidak untuk dijual dan bukan milik mereka,” ujarnya.

Dirinya bersyukur bahwa penjaga keamanan setempat tidak tergiur materi. Artinya mereka peduli untuk menjaga bangunan bersejarah. Dirinya pun ingin mendukung menjadi destinasi wisata sejarah di Kota Depok.

“Jangan sampai seperti Rumah Pondok Cina di Margo City yang sekarang. Harusnya kan di pasang pagar atau dibangun museum mini atau perpustakaan sejarah,” ungkapnya.

Dirinya mengungkapkan kunjungan dan apa yang dibicarakan mengenai Rumah Cimanggis bukan ingin konfrontasi dengan Pemkot Depok. Tetapi sebagai masukan dari DPRD agar bisa menyelamatkan salah satu bangunan bersejarah di Kota Depok.

“Kami dukung upaya Pemkot, tapi bukan mau konfrontasi dengan Pemkot Depok. Ini untuk masukan, tapi secara resmi kami dari DPRD belum mengeluarkan surat rekomendasi. Karena harus dirapatkan dengan semua fraksi. Namun, saya meyakini dari Fraksi PDI Perjuangan akan mendukung adanya SK untuk menyelamatkan Rumah Cimanggis,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jika sudah ditetapkan sebagai cagar budaya, tentu akan ada alokasi anggaran untuk pemeliharaan. Bahkan aspirasi dirinya masuk untuk membuat gapura di Jalan Pemuda di tiap ujungnya. Itu juga jadi destinasi wisata sejarah. Nanti gapura itu ornamennya seperti Jembatan Panus. Bahkan, di bawah Jembatan Panus sendiri akan dibangunkan dermaga di Sungai Ciliwung.

“Ini upaya-upaya untuk pelestarian, agar generasi penerus tahu akan sejarah. Depok itu memang punya sejarah yang perlu dilestarikan,” pungkasnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here