Syahrini Terancam 9 Bulan Penjara

213
Suasana sidang kasus First Travel di Pengadilan Negeri Kota Depok, kemarin

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Artis Syahrini kembali mangkir untuk kedua kalinya dalam persidangan kasus penipuan dan penggelapan dana umroh jamaah First Travel, Rabu (21/3). Sebelumnya dijadwalkan jika pelantun lagu Sesuatu itu akan memberikan kesaksiannya dalam kasus yang menjerat Andika Surachman, Anniesa dan Kiki Hasibuan tersebut.

Hingga siang hari kemarin, Syahrini sendiri tidak tampak di Pengadilan Depok. Padahal agenda sidang sudah dimulai pukul 10.00 WIB. Diketahui, berdasarkan Instagram miliknya, Syahrini sedang berada di Belanda.

Menanggapi hal tersebut, Jaksa Penuntut Umum, Heri Jerman mengatakan, pihaknya sudah melayangkan dua kali surat panggilan ke pihak Syahrini. Namun surat tersebut tidak direspon.

“Dari pihak manajemennya juga tidak direspons,” katanya.

Dirinya menuturkan jika pihaknya akan melayangkan surat pemanggilan terakhir dalam waktu dekat. Jika pekan depan Syahrini masih mangkir dari panggilan JPU, maka dapat terancam pasal 224 KUHP.

“Kami akan layangkan kembali surat pemanggilan yang ketiga untuk hadir di pengadilan, jika tidak hadir juga maka saksi dapat terancam pasal 224 KUHP dengan ancaman sembilan bulan penjara,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Heri menambahkan jika hingga tidak hadir sampai tiga kali, makanya pihaknya akan menjemput paksa Syahrini.

“Saya hubungi tadi management. Mereka bilang masih di Eropa. Jika sampai tiga kali nggak hadir, kami akan jemput paksa. Dijawab bahwa pihak manajemen siap menghadirkan Syahrini karena tanggal 30 Maret sudah pulang ke Indonesia,” terangnya.

Untuk itu pihaknya akan kembali menghadirkan Syahrini tanggal 2 April mendatang. “Saya jadwalkan tanggal 2 April bersamaan dengan saksi yang saya panggil dari London. Peran nya ini yang akan memberikan penjelasan terkait jalan-jalan Andika dan Anniesa ke Eropa. Seperti Perancis dan Italia semua di handle oleh saksi yanng saya hadirkan nanti. Termasuk pembelian restoran yang di luar negeri,” tandasnya.

Dalam sidang kali ini JPU hanya menghadirkan lima orang saksi dari sebelas yang dijadwalkan. Dua eks pegawai First Travel, Febrian Pratma (General Operational) dan Regiana Azahrah (Corporate Secretary), sementara tiga lainnya, Slamet Santoso, Andrian Darmaji, dan Pramana Saymsul memberikan keterangan selepas Pramana dan Regiana.

Seperti diketahui First Travel memberangkatakan artis Syahrini dengan menjalankan ibadah umrah dengan fasilitas VIP Plus. Syahrini diminta untuk menggunakan atribut Frist Travel serta membuat blog video (vlog) dan foto.

Syahrini juga diminta mempublikasi kegiatan First Travel minimal 2 hari sejak berangkat hingga pulang dengan menggunakan hashtag Frist Travel.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here