Siswa Amec Panen Sayuran

196
Direktur Sekolah Amec dan dewan guru foto bersama dengan para siswa usai memanen sayuran di perkarangan sekolah mereka

Laporan: Rahmat Tarmuji
Banyak cara yang dilakukan pihak sekolah untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Salah satunya yang dilakukan oleh Yayasan Al Ma’mun Education Center (Amec) di wilayah Serua, Bojongsari.

Di mana, para siswa sedari dini mulai diajari mengenal lingkungan hingga bercocok tanam berupa sayur mayur di pekarangan sekolah. Hal itu terlihat ketika puluhan siswa mulai dari TK hingga kelas 9 sekolah dasar melakukan panen sayuran di pekarangan sekolah.

“Panen sayuran ini kami lakukan setiap tiga bulan sekali, jadi setahun para siswa empat kali panen. Kegiatan ini sudah berjalan enam tahun, untuk kacang panjang dan jenis tanaman besar kami panen setahun dua kali,” ujar H Ma’mun Ibnu Ridwan, Direktur Sekolah Amec kepada Jurnal Depok, kemarin.

Ia menambahkan, bahwa saat ini pihaknya tengah menggalakkan makan sehat dengan sayuran organik. Pihaknya mulai mengenalkan bahwa tidak diperlukan pupuk kimia untuk merawat tanaman sayuran.

Selain itu, pihak sekolah juga mengajarkan bagaimana para siswa tidak takut dengan binatang speerti belalang, ulat dan serangga lainnya yang hinggap di tanaman sayuran.

“Sayuran ini semuanya siswa yang tanam, mereka dikasih bibit untuk ditanam di media yang telah kami sediakan. Mereka yang tanam, merawat dan mereka juga yang memanen. Hasil panen itu kemudian mereka masak dan makan bersama orang tua mereka di sekolah, makanya di kami ada cooking class,” paparnya.

Untuk merawat tanam sayuran yang mereka tanam, pihak sekolah memberikan waktu khusus bagi para siswa seminggu dua kali untuk merawatnya. Para siswa juga diminta untuk melakukan penelitian terhadap sayuran yang mereka tanam.

Dijelaskannya, ada 480 siswa yang dibekali ilmu keterampilan bercocok tanam. Adapun jenis sayuran yang mereka tanam seperti bayam merah-hijau, kangkung, lobak, sawi dan kacang panjang.

“Ada dua kategori panen yakni panen untuk cooking class dan panen untuk dibawa pulang. Kami minta juga orang tua mereka untuk menghargai hasil dan jerih payah anaknya. Kegiatan ini dirasa asyik untuk anak-anak,” terangnya.

Adapun tujuan dari kegiatan bercocok tanam itu dikatakan Ma’mun tak lain untuk memacing rasa dan kepekaan siswa. Di mana, kata dia, jika tanah merah subur semua tanaman bisa tumbuh bukan hanya sayuran.

“Selanjutnya, ini kan bisnis besar, bisnis masa depan adalah bisnis pangan. Kebanyakan orang luar negeri tidak memiliki lahan dan tidak memiliki iklim seperti di Indonesia. Mungkin lahan punya tapi tidak sesubur di Indonesia,” ungkapnya.

Selain itu, dari kegiatan tersebut para siswa juga diajarkan untuk terampil dan bersosialisasi dengan teman sejawatnya.

“Mereka kami bagi tim, dari situ mereka nanti bisa berdiskusi tentang tanaman yang mereka tanam, dan guru tidak boleh menanam. Di situ pula mereka akan bekerjasama bagimana agar tanaman yang mereka tanam dapat hidup dan tumbuh subur,” pungkasnya. n

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here