Awas Ada Proyek Siluman

241
Walikota disaksikan wakil walikota Depok, memberikan palakat kepada Ketua DPRD Depok saat gelaran Musrenbang tingkat kota

Beji | jurnaldepok.id
Walikota Depok, Mohammad Idris mewanti-wanti kepada peserta Musyawarah Rencana Pembangunan (Musernbang) agar terus mengikuti kegiatan tersebut selama dua hari. Hal itu sebagai bentuk antisipasi munculnya kegiatan siluman yang tidak sesuai dengan Forum Renja OPD.

“Jangan ada kegiatan siluman di Pemkot Depok yang tidak sesuai dengan RPJMD dan forum renja OPD. Anggaran sebesar Rp 2 miliar telah dirancang untuk kelurahan, guna memperbaiki infrastruktur, sosial dan ekonomi,” ujar Idris saat memberikan sambutan dalam acara Musrenbang tingkat kota, Rabu (14/3).

Ia menambahkan, adapun hasil usulan masyarakat yang telah dipertajam di tingkat kecamatan dan masuk ke skala prioritas, akan dikaji sebagai bahan kerja sidang kelompok untuk dibahas.

“Kami juga berterimaksih kepada DPRD Depok, yang semakin baik. Terlihat dari hasil reses anggota dewan yang telah disampaikan ke dalam mekanisme rapat paripurna,” paparnya.

Terkait pelaksanaan RPJMD, sambungnya, dirinya berharap pada 2019 mendatang capaian itu bisa menjadi 70 persen dan pada 2020 capaian bisa lebih dari 80 persen.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo memandang bahwa kegiatan RPJMD yang sudah berjalan memasuki tahun kedua sudah terlihat progresnya.

“Kami berharap RPJMD yang lima tahun ini di tahun ketiga atau keempat sudah bisa mencapai 90 persen. Untuk mencapai itu tentunya harus ada sinergi baik eksekutif maupun legislatif,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu Hendrik juga mengajak kepada seluruh komponen masyarakat dan stakeholder untuk ikut serta mendukung dan mensukseskan program pemerintah yang tertuang dalam RPJMD.

“Kami tidak melihat persoalan politik atau bukan, tapi ini adalah sebuah program pemerintah kota yang sudah ditetapkan menjadi Perda RPJMD. Program-program dan kebijakan apapun ada di dalam pasal-pasal RPJMD, sehingga ini harus dipenuhi,” katanya.

Lebih lanjut politisi PDI Perjuangan itu menilai, progres RPJMD yang memasuki tahun kedua saat ini telah berjalan maksimal.

“Kami pikir sudah cukup maksimal, setiap tahun perencanaan pembangunan melalui Musrenbang seperti ini Pak Wali melalui OPD memasukan semua program itu, tentu sudah ada yang tercapai ada juga yang belum, yang belum akan menjadi evaluasi ke kami kenapa bisa terjadi. Bisa saja keterbatasan anggaran sehingga ada prioritas yang harus didahulukan,” ungkapnya.

Hendrik juga menilai daya serap yang dilakukan pemerintah kota selama ini cukup bagus dan silpa pun dapat dikurangi.

“Ukuran silpa yakni efektivitas dan memaksimalkan anggaran serta efisiensi anggaran sudah cukup bagus,” terangnya.

Kepala Bappeda Kota Depok, Widyati Riandani mengungkapkan pada Musrenbang tahun lalu diusulkan kurang lebih Rp 3 trilun untuk realisasi pembangunan tahun ini.

“Di tahun ini usulan kurang lebih Rp 2,8 triliun, itupun dibagi belanja langsung Rp 1,7 triliun. Tetapi usulan itu pasti jauh lebih besar dari total belanja di atas Rp 2,4 triliun,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here