Penusuk Guru Ngaji Masih Diobservasi

97
ilustrasi

Margonda | jurnaldepok.id
Polresta Depok terus melakukan pemeriksaan terhadap pelaku Silvia (39) atas kasus penyerangan seorang guru ngaji, Abdul Rachman yang terjadi di Masjid Darul Mutaqqin, Perumahan Bumi Sawangan Indah pada Minggu (11/3).

Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto mengatakan penyidik masih mendalami latar belakang tersangka melakukan hal tersebut.

“Terkait adanya bisikan gaib yang dialami pelaku, ini kita dapat dari tempat kejadian perkara. Namun sampai saat ini dikarenakan kondisi tersangka yang belum bisa dimintai keterangan jadi belum bisa ditanyai. Jika kondisi nya sudah stabil, maka materi yang kita temukan akan ditanyakan kan ke tersangka,” paparnya.

Ia menambahkan jika saat ini observasi
kejiwaan masih berlangsung. Tim penyidik Polresta Depok pun sudah menyambangi Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

“Kita belum tahu sampai kapan observasinya. Yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik akan melakukan pemeriksaan sesuai kaidah yang berlaku. Kita tunggu hasil observasi penyidik terus kumpulkan alat bukti,” paparnya.

Dirinya menjelaskan sudah ada lima saksi yang diperiksa, termasuk ketua DKM Masjid Darul Mutaqqin, Ghufron.

“Sudah lima orang saksi yang kita periksa termasuk korban dan jamaah yang ada disana saat kejadian, ” ucapnya.

Dirinya tidak bisa berandai-andai jika hasil observasi kejiwaan yang dilakukan terhadap tersangka menunjukkan jika tersangka positif mengalami gangguan jiwa.

“Nggak bisa berandai-andai, yang penting dalam proses penyelidikan kita akan guna kan kaidah yang ada. Penyidik terus bekerja,” terangnya.

Sebelumnya peristiwa penusukan terhadap Abdul Rachman terjadi saat korban melaksanakan sholat subuh jamaah di
Masjid Jami Nurul Mutaqqin.

“Saat saya sholat subuh pelaku menikam saya dengan pisau dari arah belakang. Karena anak saya teriak, saya noleh dan kena sabetan di deket pipi,” ujarnya.

Dirinya berharap pelaku tidak tinggal di sekitar wilayah nya lagi. Menurutnya pelaku memiliki sifat pendendam.

“Lebih baik dia jangan tinggal disini lagi, dibawa ke rumah sakit jiwa atau apalah yang penting jangan disini,” terangnya.

Atas kejadian tersebut, Abdul Rachman mengaku trauma. Ia merasa takut peristiwa tersebut terulang lagi.

“Trauma pasti ada, apalagi kerjaan saya di masjid. Jika tiba-tiba ada yang melukai dari arah belakang bagaimana,” tutupnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here