Adi Kumis Tak Main-main

298
Adi Kumis

Margonda | jurnaldepok.id
Mantan Direktur Utama Persikad Kota Depok, Adi Kumis resmi mengambil formulir pendaftaran untuk calon kandidat Ketua Asosiasi Kota (Askot) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kota Depok.

“Ya saya sudah mendapatkan formulir pendaftarannya dari panitia, saat ini sedang saya isi,” ujar Adi kepada Jurnal Depok, Senin (12/3).

Ia menambahkan, bahwa formulir pendaftaran tersebut akan dikembalikan secepatnya kepada pantia.

“Ini menandakan bahwa saya serius dan tidak main-main untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Askot PSSI Kota Depok,” paparnya.

Terkait persyaratan, Adi mengaku tidak mengkhawatirkan hal itu. Pasalnya, ia mengaku telah dua periode menjabat sebagai Komite Eksekutif (Exco) Askot PSSI Depok yakni pada 2010-2014 dan 2014-2018.

“Sudah tujuh tahun saya menjadi pengurus Askot PSSI Kota Depok. Jadi tidak diragukan lagi kalau masalah persyaratan. Di Jawa Barat pun demikian, saya pernah diamanahkan sebagai Ketua Komisi Disiplin (Komdis) Asprov PSSI Jawa Barat,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Adi juga merasa yakin dan optimistis akan mendapatkan minimal 10 dukungan dari masing-masing klub sepak bola di Depok.

“Sangat yakin lah, kalau tidak yakin kenapa saya maju. Insha Allah, Askot PSSI Kota Depok di tangan saya jauh lebih baik dan maju,” tegasnya.

Sebelumnya Eksekutif Komite Askot PSSI Depok, Hendra Dimun mengatakan pelaksanaan Kongreslub Askot PSSI Kota Depok akan digelar pada 28 April.

“Andaipun nanti mundur pelaksanaannya karena berbarengan dengan HUT Kota Depok, paling telat kami laksanakan pada 1 Mei. Tempat pelaksanaan akan kami sampaikan berikutnya,” ungkapnya.

Adapun persyaratan calon ketua, wakil ketua dan anggota exco Askot PSSI Depok yakni mereka harus pernah menjadi pengurus selama lima tahun di asosiasi kota, provinsi maupun di tingkat nasional.

“Jika kurang dari lima tahun, tidak boleh. Itu statute, dan kode pemilihan kami putuskan pada sidang kongres tahunan 10 Februari lalu dan disetujui oleh para voter. Keaktifan bisa dilihat berdasarkan SK kepengurusan,” terangnya.

Baik pengurus asosiasi maupun klub, sambungnya, keduanya bisa mencalonkan diri dan mendapatkan minimal 10 dukungan dari masing-masing klub. n Rahmat Tarmuji

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here