Fahri Ngebet Bubarin KPK

265
Fahri Hamzah

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah begitu ngebet untuk membubarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pernyataan tersebut diungkapkan Fahri usai menghadiri sebuah diskusi yang dikemas dalam #FAHR1VOICE Netizen di Bengkel Kopi Sapu Lidi, Pancoran Mas.

“Karena KPK ini sudah menjadi problem dari system, merusak ya. KPK sudah tidak berkontribusi tapi merusak, itu yang kami khawatirkan,” ujar Fahri kepada Jurnal Depok, beberapa hari lalu.

Dikatakannya, saat ini sedang dibangun sistem namun itu dirusak oleh KPK. Pengrusakan itu disebut Fahri harus diperbaiki melalui audit dan proses penciptaan system bukan malah mengintip-ngintip orang.

“Itu tidak akan ada hasilnya, dia bisa menangkap-nangkap orang tapi ujungnya kontribusinya kepada pembangunan system enggak ada, malah tambah rusak. Polisi rusak, jaksa rusak, pengadilan rusak, DPR rusak, BPK rusak, yang tidak rusak hanya KPK,” paparnya.

Ditegaskannya, bahwa hal itu bukanlah tujuan bernegara. Ia mengatakan bahwa tujuan bernegara semua system berjalan dengan baik KPK nya bubar.

“Sekarang dibalik saja, ketika KPK bubar Negara dan institusinya akan kembali baik. Enggak ada orang takut (dengan KPK,red) bohong itu, buktinya tambah banyak. Kalau takut kan berarti tambah tidak ada (korupsi,red) buktinya sekarang tambah banyak, bohong itu,” tegasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa itu merupakan fiksi-fiksi yang dibuat oleh KPK.

“Bukan enggak takut lagi sama KPK, dalam demokrasi tidak ada lagi orang takut-takut, bohong itu,” katanya.

Koordinator Fahr1voice Indonesia, Ahmad Hafiz mengungkapkan kegiatan tersebut dilakukan untuk kopi darat para netizen dengan Fahri Hamzah. Ia juga memotivasi agar sosok Fahri Hamzah tidak hilang dari ranah politik Indonesia.

“Kami ingin kasih tahu ke Fahri Hamzah bahwa banyak dukungan di tiap kota, makanya roadshow ini tetap berlanjut. Di Depok ini sudah kota keenam sebelumnya Jakarta, Makssar, Bandung, Dompu dan Mataram. Kami akan hadir di kota-kota lainnya juga,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here