Fee Agen First Travel Tak Cair

146
Beberapa orang saksi dihadirkan dalam lanjutan sidang First Travel

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Sidang dengan terdakwa bos First Travel yakni Andika Surachman, Annisa dan Kiki Hasibuan kembali digelar Pengadilan Negeri Depok. Kali ini sidang menggandekan pemeriksaan para saksi yang terdiri dari enam agen First Travel.

Dalam sidang ke tiga tersebut, diketahui para agen dijanjikan akan mendapat fee sebesar Rp 200 ribu hingga Rp 800 ribu dari setiap jamaah yang berhasil didapatkan.

Namun pada kenyataannya para agen tersebut tidak mendapatkan fee sesuai yang dijanjikan tersebut.

Salah satu agen First Travel, Martono mengatakan sejak 2015 dirinya bergabung menjadi agen First Travel. Pada awalnya, dia tertarik menjadi agen karena telah merasakan sendiri jasa perjalanan ke tanah suci dengan biro umroh dan haji tersebut.

“Saya tertarik menjadi agen First Travel karena murahnya dan fasilitas yang ditawarkan First Travel,” ujarnya.

Ia mengatakan untuk menjadi agen, dirinya harus menyetorkan uang sebesar Rp 2,5 juta. Jumlah jamaah yang berhasil dia dapat mencapai 56 calon jamaah. Ironisnya, puluhan jamaah yang berhasil didapatkannya itu belum ada satu pun yang berhasil berangkat ke tanah suci.

“Saya bersama istri sempat daftar untuk umroh, saya juga mengajak sepuluh orang saudara saya untuk ikut umroh dengan First Travel,” jelasnya.

Karena kejadian ini, dia merugi hingga Rp200 juta. Kerugian itu karena dirinya harus membayar dahulu semua kekurangan yang ada. Mulai dari hotel dan makanan para jamaah yang urung diberangkatkan. Sampai jamaah yang meminta refund.

“Saya rugi Rp200 juta. Hal itu karena saya harus membayar kekurangan yang ada,” ucapnya.

Agen First Travel lainnya, Dewi Gustiana mengaku telah berhasil merekrut 671 nasabah dalam kurun waktu 2015 hingga 2017. Dari jumlah itu, hanya 329 yang berhasil diberangkatkan.

“Saya juga tertarik karena harga murahnya. Pada mulanya saya jamaah First Travel,” jelasnya.

Dirinya mengaku belum pernah mendapat fee semenjak menjadi agen First Travel. “Fee saya juga belum keluar,” katanya.

Koordinator Jaksa Penuntut Umum (JPU), Heri Jerman mengungkapkan umumnya tiap agen mengalami kerugian mencapai Rp5 miliar. Berdasarkan keterangan tiap saksi, mereka belum mendapat fee dari pekerjaan mereka. Pihaknya telah memeriksa 13 agen sebagai saksi.

“Kami gali keterangan dari 90 saksi yang akan kami hadirkan. Untuk total agen, ada 873 agen, hanya 13 yang dijadikan saksi,” pungkasnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here