Gegara Tak Diberi Makan, Suami Bunuh Istri

386
Kapolsek Beji,Kompol Yenny Anggraeni saat menggelandang pelaku pembunuhan ke dalam sel

Margonda | jurnaldepok.id
Kakek berinisial FP (83) pelaku tindak kekerasan dalam rumah tangga yang nekat menganiaya istrinya Kartini (70) hingga tewas mengaku jika perbuatan nekat nya itu dilatarbelakangi sakit hati. Sang kakek mengatakan kesal karena sang istri tidak memberi nya makan.

“Saya sakit hati. Berat badan saya yang awalnya 66 kg jadi 53 kg. Ini sama saja istri mau bunuh saya dengan cara pelan-pelan, ” ujarnya di hadapan wartawan, Senin (29/1).

Ia mengungkapkan puncak kejadian terjadi di dalam rumahnya di Jalan H Muslih Kelurahan Beji Kecamatan Beji sekitar pukul 07.00 WIB.

“Ketika itu saya mau minum obat, tapi nggak ada makanan. Pagi hari itu saya cuma liat ada piring kecil diatasnya nasi aja. Setelah diperiksa ternyata istri saya simpen makanan di kamar. Saya disitu sudah kesel,” ungkapnya.

Sesaat sebelum istrinya pergi, lanjutnya, pelaku gelap mata dan mengambil palu yang ada di dekat nya. Pelaku nekat mengantam kepala korban menggunakan palu. Korban yang tidak berdaya langsung pingsan dan dilarikan ke RS GPI. Karena luka kepala yang sangat parah, korban dirujuk ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Namun naas, usai empat hari dirawat intensi Kartini akhirnya tewas.

Sementara itu Kapolsek Beji Kompol Yenny Anggraeni motif pelaku nekat menghantam kepala sang istri lantaran pelaku FP kesal karena korban telat memberinya makan.

“Berdasarkan pengakuan anak nya korban, keduanya sering cekcok. Pelaku memang temperamen,” ucapnya.

Ia menambahkan pelaku juga mengalami depresi. Hingga saat ini baik pihak keluarga maupun kepolisian belum memberi tahu bahwa sang istri telah meninggal dunia.

“Kami melihat kondisi pelaku yang saat ini depresi dan tidak stabil. Jadi tidak diberi tahu, biar pihak keluarga saya yang nanti menyampaikan,” tambah Kapolsek.

Ia menuturkan jika pelaku mengaku menyesal telah menganiaya korban. Atas perbuatannya pelaku terancam dalam pasal 44 UU RI no. 23 tahun 2004 tentang PKDRT dan Pasal 351 KUHP dengan hukuman enam tahun penjara.

“Pelaku juga sempat mau bunuh diri menggunakan pisau setelah menganiaya istrinya. Namun dirinya mengalami luka ringan dan keadaanya berangsur membaik,” pungkasnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here